Akhirnya keinginan untuk berwisata
ke gunung bromo tercapai sudah, sungguh pengalaman yang sangat menyenangkan.
Walaupun wisata kali ini tidak sesuai dengan rencana awal karena ada salah
seorang teman yang batal berangkat karena mendadak ada kepentingan yang juga
tidak bisa ditinggalkan.
SWEET EXPERIENCE IN THAILAND
Saat ini, saya
melanjutkan studi di salah satu universitas negeri di Surabaya, salah satu program rutin yang diadakan program
studi pilihanku adalah mengikuti konfrensi internsional di Thailand yang
merupakan wujud kerjasama dengan negara tetangga dalam bidang pendidikan. Konferensi
itu lebih di kenal dengan ICER (international Conference education research)..
TENTANG SUNYI (1)
bagaimana aku bersahabat dengan sunyi??
Dulu,
aku sangat membenci sunyi, aku tidak ingin bersua dengannya, bahkan aku dengan
angkuhnya tak mau mengenalnya,, dulu hari-hariku berlalu begitu menyenangkan
karena ada ramai yang selalu menemani. ketika ramai berlalu sejenak, sunyi datang
menampakkan diri ingin menemani, seketika aku menjauh darinya, aku menjerit
sekencang-kencangnya, menunjukkan penolakanku padanya, aku berlari dan terus
berlari sejauh-jauhnya hingga aku menemukan ramai.
Dulu,
ramai selalu ada buatku. Ramai selalu menjagaku dari sunyi, ramai selalu
menghiburku ketika sunyi mulai menakutiku dengan diamnya, ramai tidak pernah
meninggalkanku dalam waktu yang lama, ketika ramai akan pergi untuk sementara
waktu,, dia akan menitipkanku pada teman-temannya, sehingga sunyi tidak berani
mengahapiriku.
Seiring
berjalannya waktu, pada suatu ketika, aku memutuskan melangkahkan kaki
meninggalkan zona nyamanku menuju tanah rantau tuk menimba ilmu,, keputusanku
ini kuberitahu pada ramai,, dan ramai senang dengan keputusanku, bahkan dia
berjanji akan mengantarku dan menitipkanku pada teman-temannya ditanah rantau
tujuanku,, hhmmm,, nampaknya ramai khawatir sunyi akan menggangguku..
Waktu
terus berlalu,, aku menghabiskan waktu bersama teman-teman ramai disini,,
rupanya mereka juga ramah,, namun teman-teman ramai jauh lebih sibuk dari
ramai, sehingga mereka pun harus meninggalkanku dalam waktu yang lama.
Kini aku
sendiri,
Seketika sunyi hadir dengan diamnya, diam yang selama
ini membuatku takut,, aku tidak tahan terus-terusan berada dalam ketakutan,,
kuputuskan untuk keluar mencari teman-teman ramai disini,, namun percuma saja,,
di luar sana ada banyak ramai yang kutemukan, namun mereka begitu asing, mereka
tidak mengenaliku, aku pun tidak mengenali mereka..
Kini
aku pasrah,,
Aku pasrah dalam takut yang teramat sangat kepada
sunyi,, namun, nampaknya sunyi berempati kepadaku, ia kasihan melihatku dalam
ketakutan, hingga ia pun selalu berusaha menyapaku dengan diamnya, sapaan yang
sering tak kuhiraukan,, namun ternyata sunyi tidaklah dendam padaku. Buktinya, sikap
angkuhku terhadapnya selama ini bahkan sampa detik ini tidaklah membuatnya marah dan semakin manakut-nakutiku,
justru ia dengan lembut selalu menyapaku, menawarkan persahabatan padaku, dengan
rendah hati, ia terus meyakinkanku kalau ia pun bisa menemani hari-hariku walau
tidak sebaik ramai.
Kulihat
ada ketulusan pada sunyi, dengan masih sedikit takut, kusambut tawaran
persahabatannya denganku. Yaahhh.. sunyi berhasil meyakinkanku, kalau ia tidak
seburuk yang kupikir. Kini aku bersahabat dengan sunyi, hari-hariku kini
kulalui barsama sunyi. Bersama sunyi, aku belajar lebih bersabar, bersama sunyi
aku belajar arti ketulusan, bersama sunyi aku menanti datangnya ramai,, dan
bersama sunyi aku pun bahagia.. karena pada hakekatnya, hanya sunyilah yang
dapat menggantikan ramai.. J J J
Surabaya, 08 Juni 2014
“KS”
HUJAN, SUMBER PENGHASILAN
Wahh...pagi
yang cerah, kataku dengan perasaan yang amat senang, karena sudah beberapa hari
ini hujan begitu deras mengguyur kota dimana aku tinggal. Hujan membuatku malas
beraktifitas bawaannya selalu ingin tidur, seakan dinina bobokan oleh irama hujan.
Namun lain halnya pada pagi ini, sepertinya cuaca
cukup bersahabat, aku begitu bersemangat, keinginanku pergi ke gramedia di
salah satu mal di kota tempat tinggalku untuk mencari beberapa buku yang akan
kujadikan literatur dalam penulisan skripsiku, nampaknya tidak akan tertunda
lagi... kataku penuh harap.
Tiba-tiba saja... kring...kring... ponselku
berdering, ternyata yang nelpon adalah Kany teman kuliahku segera kujawab
telpon darinya, diseberang sana terdengar suara Kany yang mengucapkan salam..
wa alaikum salam, ada apa? Jawabku dan kembali bertanya maksud ia menelponku.
Gimana kalau hari ini kita ke gramedia mumpung gak hujan, kamu bisa kan? Ajak Kany
padaku, oke kalau begitu aku siap-siap dulu, pukul 10.00 kita berangkat aku
tunggu yah. Oke jawab Kany singkat dan memutuskan teleponnya.
Dalam perjalanan menuju gramedia, cuaca masih sangat
bersahabat, langit semakin cerah, sinar mentari menyingkap awan hitam yang membuatnya
nampak sedih hingga menangis (hujan) di hari-hari kemarin. Beberapa saat
kemudian, kami pun tiba di mal letak gramedia yang akan kami kunjungi. Tanpa
pikir panjang lagi saya mengajak Kany menuju gramedia, ya sekedar antisipasi
aja soalnya cuaca bisa berubah kapan saja, mungin sekarang terlihat begitu
cerah, namun tidak menutup kemungkinan beberapa saat kemudian hujan deras turun
mengguyur kota ini.
Setelah hampir satu jam lamanya mencari, akhirnya
kutemukan juga beberapa buku yang relevan dengan masalah penyusunan skripsiku,
sementara Kany yang rencana awalnya juga ingin membeli buku yang akan dijadikan
referensi penyusunan skripsinya malah asyik membaca novel. Kany dah dapat
bukunya belum? Tanyaku dengan maksud mengingatkan. Aku sudah dapat tapi cuma
satu, jawab Kany. Ya udah gak apa-apa selebihnya kita cari di toko buku lain,
sekarang kita bayar yuk!! Kami pun beranjak menuju kasir untuk membayar buku
yang akan kami beli.
Sebelum pulang, kami menyempatkan membeli beberapa
makanan berhubung persediaan makanan di rumah sudah menipis. Setelah merasa
cukup, kami putuskan untuk pulang. Beberapa meter dari gerbang pintu keluar
mal, terdengar suara hujan yang begitu deras. depan pintu gerbang dipadati oleh
pengunjung yang menunggu hujan reda, kulihat disekitarku jalan dan tempat parkir telah tergenang air.
Payung kak... kak payung... Tiba-tiba saja aku
dikagetkan oleh suara itu, kumenoleh padanya.. ya tuhan... jeritku dalam hati,
aku semakin kaget ternyata suara itu adalah suara anak perempuan yang umurnya kira-kira
masih lebih kurang 6 tahun, tubuhnya basah kuyup dan gemetaran, ia nampak
begitu kedinginan namun dengan menahan rasa dinginnya ia terus saja menawarkan
payungnya padaku dengan suara gemetar.
Akhirnya kuputuskan menerima tawarannya payung yang
ukurannya lumayan besar itu, cukup saya gunakan bersama Kany sementara anak itu
memilih kehujanan, namun ia terlihat begitu menikmati setiap tetes air hujan
yang membasahi tubuh kecilnya. Dalam perjalanan menuju tempat parkir angkot
yang menunggu penumpang aku iseng bertanya padanya mengenai namanya, sekolahnya,
tempat tinggalnya, dan pekerjaan orangtuanya. Setiap jawaban yang ia sampaikan
dengan suara gemetar menahan dingin, membuatku semakin iba. Kami pun sampai
pada angkot yang akan kami tumpangi, kuberikan uang dua ribu rupiah sambil
mengembalikan payungnya. Ia terlihat begitu senang.. Terima kasih kak...
katanya dengan ramah sambil berlari ke arah pengunjung yang ia rasa membutuhkan
jasa payung.
Diatas angkot dalam perjalanan pulang ke rumah, aku
masih teringat wajah anak itu. Seorang anak bernama Warni, yang umurnya masih 6
tahun hidup dalam lingkungan keluarga yang tergolong sangat kurang mampu,
ayahnya tidak lagi bisa bekerja karena sakit-sakitan sementara ibunya bekerja
sebagai pengais sampah, dengan keadaannya yang seperti itu, Warni tidak pernah
mengenyam pendidikan. Satu hal yang membuatku salut, walaupun Warni tidak
sekolah tapi sepertinya ia sangat mengerti keadaan orang tuanya. Berbekal
payung tua berukuran lumayan besar, dengan memanfaatkan musim hujan, ia
menawarkan jasa ojek payung kepada setiap pengunjung yang sekiranya membutuhkan
payung, dengan harapan penghasilan yang ia dapatkan cukup untuk membeli obat
untuk ayahnya.
Ada yang bilang hidup adalah pilihan, tapi saya
yakin Warni tidak pernah memilih hidup dalam lingkungan keluarga tidak mampu,
namun bekerja menawarkan jasa payung kepada orang yang membutuhkan payung di
musim penghujan adalah pilihan Warni demi mendapatkan sesuap nasi yang
membuatnya mampu bertahan melawan pahitnya kehidupan. Jadi ketika langit
menangis, tetaplah tersenyum karena di luar sana terdapat beberapa saudara kita
yang menjadikan hujan sebagai sumber penghasilan.
****... SEKIAN... ****
ks
CERITA CINTA PROFESIKU
Sebagai seorang guru, tentu bukanlah
pekerjaan yang mudah, apalagi aku pribadi yang baru belajar tuk menjadi seorang
guru,, bekerja disalah satu sekolah sebagai guru bantu sangat membuatku
tertarik, hal ini merupakan pekerjaan yang sangat menantang buatku, walaupun honor
yang kudapatkan tidaklah seberapa dan tidak mampu menutupi kebutuhan hidup,
namun saat ini materi bukanlah tujuanku, tapi tak lain adalah pengalaman...
pengalaman yang merupakan guru terhebat,, alhasil dengan berbagai pengalaman
yang kudapatkan kini seiring berjalannya waktu aku pun sedikit demi sedikit mulai
memahami dan merasakan seni profesiku kelak yaitu menjadi seorang pendidik.
Aku tak pernah menggubris pertanyaan
teman-temanku yang sering menanyakan honor yang kudapatkan di sekolah tempatku
mengajar, aku tak pernah menghiraukan pandangan rendah mereka akan pekerjaanku
sekarang, yang jelas aku enjoy menjalaninya.. aku pun bangga pada diriku
sendiri karena aku yakin tidak semua orang mampu menjalani apa yang aku jalani
saat ini.. untuk sampai ke sekolah saja butuh perjalanan yang panjang, hampir
setiap harinya aku harus berjalan menuju kampus terlebih dahulu untuk mengambil
angkot yang satu jalur dengan sekolah tempatku mengajar,, tidak hanya sampai
disitu saja,, lokasi tempatku mengajar letaknya bukan dijalan poros, jadi
akupun harus menempuh sekitar kurang lebih 300 meter dengan berjalan kaki untuk
sampai ke sekolah, jembatan plyover dan tumpukan sampah menjadi saksi bisu
kegigihanku tuk sampai ke sekolah.. tapi sungguh... rasa lelah, setiap tetesan
keringat tersasa begitu nikmat karena aku menjalaninya dengan penuh cinta dan
ketulusan.
Waktu terus berlalu, alhamdulillah tidak
butuh waktu yang lama tuk bersosialisasi dengan lingkungan sekolah tempatku
mengajar, rekan-rekan guru sangat supel mereka semua selalu menyambutku dengan
hangat, kebersamaan pun kini terbingkai indah diantara kami, setiap momen yang
kami lalui terasa begitu istimewa penuh dengan canda tawa...
Kini tak terasa sudah hampir lima
bulan aku menjalani pekerjaan ini, semua kujalani tanpa beban sedikit pun,
kalaupun kebanyakan orang ingin cepat-cepat jam kerja cepat usai, lain halnya
dengan aku, ingin rasanya kuperlambat jalannya waktu, karena kuingin kebersamaan
ini tidak cepat berakhir... ketika sampai di kos.an sepulang dari sekolah,, aku
tak sabar menunggu hari esok, ingin cepat-cepat ke sekolah bertemu dengan
rekan-rekan guru, bertemu dengan siswa-siswaku.. karena aku selalu merindukan
wajah mereka, tingkah kocak mereka, ledekan usil mereka, n yang pasti canda tawa mereka yang tak jarang membuatku
tertawa lepas.. ya Allah sungguh terasa begitu indah.
Ya Allah
terimakasih atas segudang nikmat
yang Engkau berikan padaku
terimakasih
telah mempertemukanku dengan mereka
terimakasih
telah mengijinkanku membingkai kebersamaan di jalanMU...
jadikanlah
kebersamaan ini bernilai ibadah disisiMu ya Allah....
jadilanlah
kebersamaan ini tidak hanya didunia fana ini
tapi
buatlah kebersamaan ini tak lekang oleh waktu
yang tetap terbingkai indah hingga
di syurgamu kelak ....
aamiin ya Rob.....
makassar, 10 Juni 2012
K S
INOVASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA 1
Berdasarkan
hasil identifikasi dan asesmen kesulitan belajar matematika yang telah
dilakukan pada anak kelas VC di SLB Al-Azhar B/C Waru Sidoarjo dengan menggunakan format instrumen identifikasi dan
asesmen untuk anak di sekolah reguler, terlihat bahwa kemampuan anak masih
setara dengan anak kelas I sekolah reguler.
Kemampuan awal yang ditunjukkan oleh
anak, anak mampu membilang secara urut angka 1-50 dengan bahasa lisan, akan
tetapi jika diperintahkan untuk mengurutkan dalam bahasa tulis, anak sedikit
mengalami kesulitan. Jadi dalam hal ini direkomendasikan untuk melakukan inovasi
dalam pembelajaran matematika khususnya dalam pengenalan angka dan memotivasi
anak agar tertarik dengan pelajaran matematika.
Adapun langkah yang ditempuh dalam
melakukan inovasi pengajaran, yaitu dala hal ini penyusun menggunakan kombinasi
berbagai media pembelajaran diantaranya menggunakan papan angka, puzzle angka,
kartu angka dan benda nyata. Dalam proses pembelajaran menggunakan model make a match dalam suasana bermain
sehingga anak dapat bermain sambil belajar.
Dalam pengimplementasian inovasi
pembelajaran yang telah dirancang, digunakan pendekatan subjek tunggal dengan
desain A-B-A. Adapun hasilya dapat
dilihat pada uraian berikut:
BASELINE A
anak
masih mengenal angka 1-20 dalam hal mengurutkan secara tulis, menunjukkan,
menuliskan, dan membilang benda konkret yang sesuai dengan angka yang
ditunjukkan.
INTERVENSI
pada
fase intervensi pembelajaran dilakukan dengan menggunakan berbagai media
pembelajaran yaitu puzzle angka, papan angka, kartu angka, dan benda konkret,
proses pembelajaran dengan penerapan metode bermain dengan model make a match. Anak mengalami kemajuan
dalam hal pengenalan angka, pada fase ini, anak sudah mampu mengenal angka 1-28
secara urut dengan menggunakan puzzle angka
BASELINE A1
Pada
fase ini, kembali dilakukan pembelajaran tanpa menggunakana media apapun ntuk
melihat ada tidaknya peningkatan kemampuan mengenal angka yang ditunjukkan
anak. adapun kemampuan yang ditunjukkan, anak mengalami sedikit kemajuan yang
tadinya hanya sebatas pada angka 20, sekarang sudah mencapai angka 27.
PELARIAN TERBAIK
Ini
tentang perpustakaan di kampusku kawan,,,
Beberapa
hari belakangan ini, aku banyak menghabiskan waktu di perpustakaan. Niatnya sih
untuk menghibur diri. mungkin sedikit
terdengar aneh, karena ku tau bagi kebanyakan orang, perpustakaan tak lebih
dari tempat yang membosankan, menjenuhkan. bagaimna tidak,, langkah pertama
memasuki gedung perpustakaan, kita sudah menyasikan wajah pegawai perpus yang
terkadang jutek tapi sesekali juga nampak ramah, berjalan beberapa langkah lagi,
yang kita saksikan hanyalah sederetan buku-buku dan karya ilmihan yag tertata
rapi di rak-rak yang berbaris rapi layaknya pasukan paskibraka., naik ke lantai
dua kita akan menyaksikan koleksi tesis dan disertasi para alumni dari tahun ke
tahun.
Tidak
hanya itu, di perpustakaan kita juga akan merasakan suasana aneh, sejauh mata
memandang kita akan menyaksikan para pengunjung yang asyik bercengkrama dengan
pikiran mereka masing-masing, duduk manis dengan pandangan mereka dibatasi oleh layar
laptop masing-masing, hingga mencipta suasana hening dalam keramaian layaknya
kuburan.
Hhmhmhmm....
Saya
masih normal kawan, saya bukan seorang kutu buku... J
Tentu
bukan itu yang membuatku selalu ingin mengunjungi perpustakaan di kampusku,
melainkan sebuah ruangan kecil yang menjelma layaknya ruangan pribadi buat aku
dan teman-teman. sebuah ruangan yang tersekat dengan triplek hingga memisahkan ruang
baca dan ruang tesis. Sebuah ruangan kecil yang hanya dihuni sederetan rak
disertasi yang membuat mata terbelalak saking tebalnya.
Ruangan
ini terbilang paling kecil diatara ruangan yang lain, hingga didalamnya hanya
terdapat sebuah kursi dan meja. Namun itu bukanlah masalah bagiku, duduk di kursi
dengan sebuh meja didepanku malah membuatku terasa kaku, ruang gerakku
terbatas, hingga aku lebih memilih lesehan diantara rak-rak disertasi, ya..
posisi ini jauh lebih nyaman buatku, aku bisa mengubah posisi duduk sesukaku
tanpa dibatasi ruang. Pandanganku pun tidak hanya perpaku pada sederetan
disertasi di depanku dan wajah-wajah mumet pengunjung yang lain, karena
diantara rak tempatku duduk terdapat sebuah jendela hingga aku bisa mengalihkan
pandangan ke alam bebas, menyaksikan indahnya cakrawala.,, and.....
ALHMDULILLAH AKU TERHIBUR,
AKU
MENDAPAT KETENANGAN
TERBEBAS
DARI SUASANA YANG JAUH LEBIH TEGANG DI TEMPAT YANG SEHARUSNYA LEBIH MEMBUATKU
NYAMAN.
Surabaya,
22 Mei 2014
KS
DIET BERUJUNG "ANOREKSIA"
Hari ini tanpa sengaja saya membuka sebuah artikel
kesehatan,, salah satu postingan yang membuatku tertarik adalah gambar seorang wanita yang
terlihat sangat kurus layaknya tengkorak hidup, saya jadi penasaran, segera saja kubuka dan kubaca
artikel itu,, ternyata eh ternyata wanita ini terkena penyakit yang dinamakan anoreksia,,
hhhmm.. penyakit apa lagi ini??? Bisikku dalam hati, bagaimana tidak, penyakit
anoreksia ini tidak pernah kudengar sebelumnya, ataukah saya yang ketinggalan
info.. hehehe... tapi bener saja lohh,, penyakit ini memang masih tergolong
langka dan kebanyakan terjadi pada kaum perempuan..
Penyakit ini berawal dari keinginan mendapatkan bentuk
tubuh ideal.. yahhh.. ideal yang identik dengan langsing atau kurus.. terjawab
sudah kenapa penyakit ini lebih banyak terjadi pada perempuan,, karena tau
sendiri kan perempuan lebih menjaga penampilan bentuk tubuhnya dibandingkan
laki-laki..
Saya rasa kalian pernah lihat atau bahkan merasakannya
sendiri.. heheh..
Galau dan malu yang berlebihan karena merasa memiliki
tubuh yang terlalu gemuk dan berat badan
yang berlebih.. segala macam carapun dilakukan, bahkan ada yang sampai diet
ekstrim dengan lahraga berlebihan sampai menghindari makanan saking
terobsesinya menurunkan berat badan dalam waktu yang singkat,, haddoohh
parahhh..
Nahhh.. seorang penderita anoreksia,, walapun berat badan sudah turun drastis dan tubunya sudah terlihat kurus bahkan sangat kurus,, mereka tetap saja berpikir bahwa tubuh mereka masih terlalu gemuk.. kebayang kan gimana jadinya... karena gangguan kejiwaan merasa insecure dengan berat badan mereka,, alhasil mereka akan terlihat seperti ini..
surabaya, 300414
"KS"
KESEMPATAN HIDUP
Alhamdulillah, hari ini Allah masih
memberiku kesempatan menikmati hidup,,
Hari ini, aku masih bisa menikmati
hangatnya mentari pagi,
masih menikmati sejuknya angin yang
berhembus sepoi,
masih menikmati senandung rintik hujan yang
berjatuhan diatas genteng rumah.
Nikmat tiada tara yang sempat tak terpikir
lagi olehku, jika kuingat kejadian semalam tadi, disaat aku kembali diserang
sakit kepala yang amat dahsyat.. rasa sakit yang menguras seluruh tenagaku hingga
tak menyisakan sedikit kekuatan untuk melawan sakit.. sakit yang teramat sangat
yang juga merampas semangat hidupku, hingga yang terbayang hanyalah kedatangan
malaikat israil yang akan mencabut nyawaku..
yang tersisa hanyalah cucuran air mata yang
semakin deras, kubiarkan sakit kepala yang terus berkecamuk ini menyiksaku.
Kini aku lemah tak berdaya, tiba-tiba seluruh tubuh terasa dingin, seakan aku
berada ditempat yang sangat tinggi melihat ribuan orang berada tepat
dibawahku,, aku tidak mengerti apa yang kualami tapi semua terasa begitu
nyata,, nafaskupun kini terasa semakin melemah, bahkan aku merasa tak mampu
lagi tuk bernafas.... sungguh kematian terasa sangat dekat denganku,, terus
kusebut nama-NYA,, kupasrahkan segalanya, mungkin inilah akhir hidupku.
Haloo..haloo..
Ditengah kepasrahanku, terdengar suara samar itu, ya suara diujung telepon yang terasa tidak asing, , yang mungkin sedari tadi sempat tak kuhiraukan..
Ditengah kepasrahanku, terdengar suara samar itu, ya suara diujung telepon yang terasa tidak asing, , yang mungkin sedari tadi sempat tak kuhiraukan..
Halooo...
haloo..halooo...
lambat laun suara itu semakin jelas, ya... itu
suara seseorang yang biasa kupanggil kk’.... “ya haloo k’”.. dengan lemah,, lidahku yang kaku, perlahan menjawab
panggilan itu dengan sedikit tersenyum,, menyadari ternyata ada kk’ yg sedari
tadi menemani... kk’ terus memberi semangat,, aku hanya bisa tersenyum
mendengarnya,, kularang ia tidur sebelum aku tertidur,, heheh... (aku egois ya
k’..).. entah bagaimana aku sampai tertidur,,, yang jelas saat aku terlelap
dalam tidur,, aku takut untuk terbangun... takut sakit kepalaQ belum juga pergi... L
buat kk’,, terimaksih banyak sudah menemaniku
melewati sakit ini,, pokoknya terimakasih untuk semuanya,,, jangan pernah bosan
untuk terus menemani ya... hehheh..
buat RobbQ... terimaksih atas nikmat
kesempatan hidup yang engkau berikan.. semoga aku bisa menjadi hambamu yang
lebih sabar lagi... aamiin..
Surabaya, 08042014
Mirnawati “KS”
UJIAN KOMPRE
Tanggal :
01 April 2014,
Ruang :
K4 01 pascasarjana UNESA,
pukul :
13.00-14.00
jadwal ujian akhirnya kudapatkan juga,
kuperhatikan dengan seksama,, perasaan jadi tak menentu, rasanya percaya gak
percaya saya sudah sampai ke titik ini.
Alhmdulillah...
Masih ada waktu sepekan untuk mempersiapkan
segala sesuatunya, mulai dari mempersiapkan presentasi, mempersiapkan konsumsi,
n tentunya mempersiapkan mental,, hghhgh waktu terus berlalu, tak terasa hari
yang menegangkan itu datang juga.. ya hari ini 01 April 2014.
Pukul 12.00 setelah sholat dhuhur, saya
langsung menuju kampus sengaja datang lebih awal menuju ruang ujian, memastikan
segala sesuatunya sudah dipersiapkan atau belum oleh panitia ujian,,
alhmdulillah tidak ada masalah, semua sudah beres..
Setelah yakin tidak ada masalah, segera
kumenenangkan diri di tempat yang sudah disiapkan, kulihat dihadapanku ada 5
buah meja berjejer rapi disiapkan untuk lima orang dosen penguji.. terlintas
dalam pikiranku, hari ini saya bagai tersangka yang akan disidang dan
dipojokkan oleh lima orang penguji, yang akan dicecar oleh berbagai pertanyaan..
ghhgh... semua bayang itu kuhilangkan, kberserah dirinya pada-NYA,, memohon
pertolongan-NYA,, karena sejatinya tak ada yang perl kutakutkan jika DIA
bersamaku..
Satu demi satu penguji datang membawa draft
proposalku menduduki tempatnya masing-masing, kusambut satu persatu, kujabat
tangannya dengan melemparkan senyum termanis.. hehhehe... raut wajah yang
bersahabat mereka sedikit mengurangi rasa grogi ini...
Beberapa waktu kemdian setelah semua
penguji datang, ketua sidang membuka acara ujian kompre hari ini, dan
mempersilahkan saya mempresentasikan proposal tesis yang telah saya rancang..
kusambut dnegan senyum dan ucapan terimakasih, sebelum kupaparkan rancangan
proposal tesisku..
setelah pemaparanku selesai, ketua sidangpun mempersilahkan satu persatu penguji untuk memberi masukan ataupun sejumlah pertanyaan,, dengan senyum ramah, penguji mengawalinya dengan memberikan ucapan selamat kepada saya, karena telah sampai pada titik ini, dan menjadi mahasiswa pertama dari angkatanku yang mengawali ujian kompre di prodiku,, tentunya kusambut dengan ucapan terimaksih atas pujian itu,, begitupun dnegan penguji yang lain..
sejumlah pertanyaan yang mereka lontarkan
pun tidak sesulit yang kupikirkan, semua masih bisa saya kendalikan,,
Alhmdulillah, semua itu karena pertolongan ALLAH. Terimakasih ya ALLAH.. J J setelah semuanya selesai memberikan pertanyaan dan beberapa
masukan,, saya dipersilahkan keluar sejenak, mereka akan berembuk untuk
memutuskan apakah rancangan proposal tesis saya bisa dilanjutkan atau tidak...
saya pun keluar membawa perasaan was-was
juga perasaaan lega,, ternyata diluar ruangan teman-teman satu angkatan pada
ngumpul memberi dukungan.... TERIMAKASIH TEMAN!!! J
Kuarang lebih 3 menit kemudian, seorang
dosen penguji membuka pintu dari dalam mempersilahkan saya masuk kembali ke
dalam ruangan. Ketua sidangpun membacakan keputusannya yang kurang lebih
bunyinya seperti ini:
“KEPADA SAUDARI MIRNAWATI, KAMI DARI DEWAN
PENGUJI AKAN SANGAT MENYESALKAN JIKA RANCANGAN PROPOSAL TESIS SAUDARI TIDAK
DILANJUTKAN,, SELAMAT!!! DAN ATAS NAMA PRODI, KAMI UCAPKAN TERIMAKASIH KARENA
TELAH MEMBERIKAN AWAL YANG BAIK”
Dengan hati yang senang, kusambut dengan
senyum dan terimaksih yang sebanyak-banyaknya atas setiap kritikan dan masukan
yang diberikan oleh para dewan penguji.. J J,, semoga
di ujian selanjutnya bisa memberikan yang lebih baik lagi.. aamiin...
surabaya, 010414
KS
SETETES HIDAYAH
Tidak ada kabar paling membahagiakan selain kabar yang
kudengar hari ini,, suara lembut ibu yang selalu menenangkanku, dengan tenang
menceritakan kejadian subuh tadi,, subuh penuh berkah,, subuh yang mengawali kisah
ini,, kisah tentang ayah...
Seperti
hari-hari biasanya,, ayah selalu bangun lebih awal diantara anggota keluarga
yang lain,, namun subuh ayah hanya berlalu begitu saja,, tidak ada percikan wudhu,
tidak ada lantunan adzan ,tidak ada gelaran sejadah.. ya begitulah ayah melalui
subuh-subuhnya selama berpuluh-puluh tahun...
namun subuh
tadi, Allah menunjukkan kuasanya, doa-doa tulus penuh harap dari istri dan anak
terkabulkan sudah, segala nasehat yang tiada henti kini diindahkan, ya,, subuh
tadi Allah memberikan setetes hidayah pada ayah, subuh tadi percikan air wudhu mensucikan
ayah, balutan busana muslim menjadikan ayah terlihat lebih berwibawa yang
menghantarkan langkah ayah menuju rumah ALLah untuk menunaikan sholat
berjamaah.
Ibu menceritakannya
dengan penuh haru sambil mengucap syukur,, akupun tak kuasa menahan tangis..
Subhanallah,, Alhmadulillah,, Allahu Akbar... terimakasih ya Allah atas nikmat
tiada tara ini,, ya Allah,, jangan Engkau cabut hidayah itu dari ayahku,,
bimbinglah rangkullah ia dengan kasihmu, kumpulkanlah kami di jannahMu kelak
sebagai keluarga yang utuh..
Teruntuk
ayahku terkasih..
Ketahuilah ayah,, sesungguhnya engkau adalah hamba
pilihan Allah..
Allah menunjukkan kasih-Nya melalui hidayah iman yang
ditanamkan dalam dirimu
Jagalah selalu hidayah itu,, teruslah belajar ayah,, sesungguhnya
allah maha mengetahui, maha pengasih penyayang lebih dari yang engkau
pikirkan..
Doakan aku dalam setiap sholatmu,,
Doa dan ridhomu adalah lentera penerang jalan hidupku..
surabaya, 090314
KS
MELEPAS SEJUTA KENANGAN UNTUK MENGGENGGAM SECUI HARAPAN
tepat jam 24.00 kita berada pada titik
pertemuan sekaligus perpisahan. Yaa, bertemu dengan tahun 2014 dan berpisah dengan
tahun 2013.
Momen
tahun baru merupakan momen yang ditunggu-tunggu sebagian besar orang karena terasa
istimewa dibenak mereka, saking istimewanya mereka tidak tanggung-tanggung mengeluarkan
uang yang tidak sedikit untuk membuat perayaan yang semerbak dengan letupan
petasan dan kembang api dan terompet hingga
menjadikannya sebagai ajang pesta pora, hura-hura yang tiada manfaat.
Ghhghhg...
2013
benar-benar akan berlalu meninggalkan kita.
Kembali kubuka KALEDEISKOPku sepanjang tahun
2013, kucoba memasuki diri sendiri, senyum mengembang menghiasi wajah,
mengingat begitu banyak cerita telah kuukir, sedih, senang, bahagia, semua
berpadu menjelma menjadi pelangi dalam hidupku. Seketika dada pun terasa sesak butiran
embun yang berjatuhan disudut mata tak dapat kuelakkan lagi, saat diri mulai berbicara
dan bertanya kepada diri sendiri, bagaimana hubunganku dengan Robbku selama
ini, sudahkan aku mendekat padaNYA?? Ketaatan apa saja yang sudah kukerjakan,
sudahkan aku berbakti pada kedua orangtuaku??? pahala dan kebaikan apa yang ku
raih, sudahkah aku bermanfaat bagi sesama??? Ya Allah, tanpa kusadari, begitu
banyak kesalahan, kelalaian, dan kekhilafan yang telah kulakukan,.. apa daya,
semua telah berlalu dan tak mungkin kembali lagi, semoga segala kesalahan bisa
kujadikan pijakan untuk memperbaiki diri di hari—hari yang akan kujalani
kedepannya... ku ikhlas melepas semua kenangan itu, kenangan yang akan menjadi
masa lalu dan guru terhebatku..
Hhmhmhm
2014 akan menyapa, berbekal pengalaman di tahun 2013, seharusnya aku sudah siap untuk menghadapi tahun 2014 dengan lebih baik. Bertekad untuk betul-betul menjadi diri sendiri yang akan terus mengevaluasi diri tanpa ego.. mendedikasikan diri untuk melayani kehidupan dengan ikhlas dan sepenuh hati. Tahun baru 2014 kan kujadikan momen untuk mensyukuri serta menikmati sukacita dengan rendah hati dan sederhana. Yaa.. kusambut 2014 dengan menggenggam harapan, semoga hari-hariku lebih bermanfaat, menggapai cita-cita dengan ridho orangtuaku, serta ibadah yang lebih berkualitas.. karena tujuan akhirku tidak lain dan tidak bukan hanyalah menginginkan kesuksesan dunia akhirat.
2014 akan menyapa, berbekal pengalaman di tahun 2013, seharusnya aku sudah siap untuk menghadapi tahun 2014 dengan lebih baik. Bertekad untuk betul-betul menjadi diri sendiri yang akan terus mengevaluasi diri tanpa ego.. mendedikasikan diri untuk melayani kehidupan dengan ikhlas dan sepenuh hati. Tahun baru 2014 kan kujadikan momen untuk mensyukuri serta menikmati sukacita dengan rendah hati dan sederhana. Yaa.. kusambut 2014 dengan menggenggam harapan, semoga hari-hariku lebih bermanfaat, menggapai cita-cita dengan ridho orangtuaku, serta ibadah yang lebih berkualitas.. karena tujuan akhirku tidak lain dan tidak bukan hanyalah menginginkan kesuksesan dunia akhirat.
Pertama dan Terakhir
Cahaya rembulan
menerangi segenap penjuru kota ini. Bintang pun ikut menerangi kota kecil ini,
Kota Bentang. Bangunan nan tinggi yang berjejeran menjadikannya elok dipandang.
Semua mata tak jemu menatapnya. Jalan raya pun menjadi ramai oleh suara motor
dan mobil. Sesekali suara tawa kecil dari orang yang lewat di depan rumahku
turut mewarnai keramaian kota ini. Aku masih duduk termenung pada kursi plastik
warna biru langit itu. Entah apa yang terpikirkan olehku malam ini. Sesekali
kualihkan pandanganku ke jalan raya menyaksikan kendaraan yang berlalu-lalang.
Lagi-lagi aku larut dalam lamunan yang terus menari di atas angin.
Piiiiiiiiip…piiiip…. Tiba-tiba
aku tersadar dari indahnya lamunanku. Kuarahkan pandanganku ke sumber suara itu.
Kutangkap bayangan itu, tak ada yang berubah. Empat tahun lebih rasanya seperti
kemarin. Sosoknya memang tak pernah berubah di mataku. Rasa itu pun masih tetap
sama. Kukembangkan senyum tipis menyambut sosok yang mendekat ke arahku. Kusapa
dan kupersilahkan masuk. Kujabat tangannya. Tapi tangannya bak es, dingin. Sejenak
kumelihat wajahnya yang anggun itu, mataku tak sanggup menatapanya lebih lama.
Sehelai senyum yang ia lontarkan kepadaku. Namun, kali ini berbeda dari empat
tahun silam. Menguak sejuta tanya dalam batinku. Ada apa gerangan? Kenapa
senyum itu berbeda? Sejenak suasana menjadi hening.
“Hem…
eh… bagaimana kabarmu?” Tanyaku seraya memecahkan keheningan itu.
“E…
eh.. baik.” Jawabnya kaget.
Aku
kembali menghidupkan suasana. “Sekarang kamu kerja di mana?”
“Di
BKD jawabnya. Kamu ada acara malam ini?” Tanyanya.
“Tidak
ada” jawabku.
“Bisa
kamu temani aku ke Plaza?”
“bisa”.
Jawabku.
Jarum
jam menunjuk angka 07. 30. Kami pun meninggalkan rumah menuju Plaza Marina.
Kami
menuju meja paling belakang, tepatnya meja nomor 16. Seorang anak mendekati
kami lalu bertanya, “Pesan apa?” jus alpukat dua dan roti panggang. Jawabnya
dengan suara sedikit bergetar. Setangkai harapan kembali hadir dalam batinku.
Aku senang. Senang sekali karena dia masih ingat minuman kesukaanku.
Pertemuan
pertama setelah berpisah selama empat tahun adalah suasana yang paling indah
bagi insan yang sedang memadu kasih. Namun, itu jauh dari harapan. Entah kenapa
dan bagaimana. Kupecahkan keheningan itu dengan sebuah tanya.
“Sand!
kamu masih ingat nggak malam waktu aku nembak kamu di sini? Nomor mejanya,
suasana di sekeliling kita sama seperti dulu. Betul-betul ya empat tahun enam
bulan telah berlalu tapi malam ini rasanya seperti kemarin. Malam itu bulan
bersama semua bintang di langit menjadi saksi bisu atas hubungan kita.”
Tak
sepatah kata pun terucap dari bibirnya yang tipis itu. Seolah ia tak mendengar
perkataanku tadi. Dia hanya diam dan menundukkan kepala.
“Sand…
Sand… Sandra! Kamu kenapa say?” Tanyaku. Aku mendekatinya sambil bertanya lagi,
“kamu sakit?” Dia hanya menggelengkan kepala dan masih menundukkan tatapannya.
Kucoba menghelai rambut panjangnya yang terurai dan dia mengangkat tatapannya,
di sana kutemukan butiran-butiran kristal yang berguguran. Ya betul butiran air
lembut membasahi pipinya.
“Say,
kamu kenapa, kok nangis?”
“Ti…
tidak.” Jawabnya dengan suara pelan dan berat.
“Kamu
sakit?” Tanyaku lanjut.
“Tidak
kok, aku baik-baik saja.” Sejuta tanya kembali melilit di pikiranku.
“Tabe’… ini jusnya,” kata pelayan itu.
“Iya
makasih ya dek!” Jawab Sandra.
Kami
lanjut ngobrol dari A-Z tentang teman-teman di kampus, malam pertama jadian,
dan lain sebagainya membuat kami tertawa. Itulah masa lalu, masa masih duduk di
bangku kuliah. Asyiknya mengingat masa lalu, disela tawa kecil kami. Ia
bertanya,
“Kamu pasti punya pacar kan selama di Bandung?
Atau jangan-jangan sudah sudah punya istri?”
“Kamu
itu sama saja seperti dulu, sering nanya yang seperti itu. Tidak ada,” jawabku.
“Kamu
jujur saja, saya tidak akan marah kok say!” pintanya.
“Tidak
ada, serius. Sejak aku kenal kamu sampai malam ini, hanya ada satu nama di
hatiku yaitu SANDRA. Sand…! Di tempat inilah kita diikat oleh sebuah janji
kesetiaan selamanya dan di tempat ini pula aku akan akan mengatakan sesuatu ke
kamu, malam ini. Kamu tidak keberatan kan?”
Dia
hanya tersenyum sambil menundukkan pandangannya sejenak lalu bangkit dan
bertanya.
“Apa
itu?” Sambil tersenyum. Senyumnya yang manis dan tatapannya membuatku tak
berdaya untuk untuk mengatakannya. Tapi, ini harus dia ketahui. Hati ini tak
sabar rasanya untuk mengatakannya tapi mulutku seolah terkunci dengan
keanggunan rupanya yang berhiaskan senyuman. Batinku mulai berperang antara
“katakanan sekarang” dan” jangan”. Aku kembali diam tak berdaya sambil
menyaksikan perdebatan dalam batinku.
“Kamu
mau bilang apa?” Tanyanya. O, aku terkejut dan sedikit grogi tapi tetap
berusaha untuk menguasai diri. Begini, hari Kamis nanti orang tuaku mau datang
ke rumahmu. Dia langsung memotong pembicaraanku dengan bertanya,
“Untuk
apa?” Nampaknya dia agak kaget.
“Ya
untuk apalagi kalau bukan untuk kelanjutan hubungan kita. Untuk melamar kamu,
makanya aku ajak ketemu kamu malam ini juga,” paparku lanjut. Wajah nan anggung
yang memesona itu tiba-tiba berubah menjadi merah, bibir nan seksi itupun
gemetaran bak orang yang kedinginan. Perlahan, butiran kristal pun berguguran.
Aku
bertanya, “Kok kamu nangis?” Awalnya aku pikir ia hanya terharu setelah
melewati penantian yang panjang, akhirnya akan berbuah manis juga. Tapi,
setelah butiran air lembut semakin membanjiri pipinya aku mulai heran.
“Kamu
kenapa say?” Tak ada sepatah katapun terucap dari bibir tipis yang seksi itu.
Aku pun terdiam sejenak lalu berkata lagi “apa yang terjadi denganmu?” Semua
pertanyaan itu tak satu pun dijawab.
Aku
mendekatinya lalu berbisik, “aku serius aku mencintai kamu,” sambil mengusap
rambutnya dan sesekali menghapus air matanya dengan tissu.
Mendengar
itu, sepertinya tangisan itu tak sanggup lagi di bendung olehnya.
“Terima
kasih untuk semuanya say… aku mau pulang saja sekarang, ntar di rumah aku sms
kamu ya!”
“Kok begini
sih? Iya tapi aku antar kamu pulang ya?” Jawabku.
“Tidak
usah, aku bisa pulang sendiri.”
“Tidak
apa-apa aku antar saja.”
“Janganmi,
tidak apa-apaja,” jawabnya.
“Ya
hati-hati di jalan!”
Ia
sedikit memutar badan lalu menempelkan bibirnya di pipi kananku. Aku sontak
kaget karena selama saya mengenal dirinya tidak pernah sekali pun ia melakukan
hal itu.
“Aku
pergi dulu, jangan lupa baca sms ku sebentar ya!”
“I…
iya, makasih say!”
Lima
menit setelah ia pergi, aku pun segera beranjak dari tempat itu menuju ke
rumah. Sesampai di rumah, langsung kurebahkan diriku di atas ranjang dengan
terlilit sejuta pertanyaan tentang kejadian tadi di Marina Plaza. Tetap
terbaring di atas ranjang hingga jarum jam menunjuk angka 12.16. Tiba-tiba
terdengar dari dekat bantalku suara ting…ting…ting…. Dengan tidak sabar aku
langsung membuka inboks di HP ku. Begitu aku membukanya, nama yang muncul adalah
“UMMI” kubaca dengan pelan rangkaian kata dalam pesan itu:
“Maaf kalau kehadiran sms ini membuat kamu
terganggu! Langsung ke intinya aja ya! Saya sangat berterima kasih atas niat
baikmu sekeluarga karena akan mewujudkan janji yang pernah kau ucapkan kepadaku
beberapa tahun yang lalu. Aku bangga karna sampai detik ini kamu masih setia
terhadapku. Tapi, dengan berat hati dan penuh rasa bersalah saya mohon maaf
yang sedalam-dalamnya karena baru kemarin saya menerima lamaran dari seseorang.
Kejadian yang tadi itu adalah awal dan akhir dari segalanya, maafkan aku!
Akhir-akhir ini saya meragukan kesetiaanmu tapi ternyata kau membuktikannya.
Mungkin kamu bukan yang terbaik bagiku, begitupun sebaliknya. Semoga kamu
menemukan yang terbaik untuk mendamping hidup di masa tua hingga menghembuskan
nafas terakhirmu. Terima kasih atas cinta suci yang kau berikan. Kau laki-laki
yang terbaik yang kutemukan selama ini, bahkan kau melebihi tunanganku. Sekali
lagi maaf untuk semuanya, dan sampaikan juga permohonan maafku kepada ayah dan
bunda. Wassalam”.
***
Makassar,
24 November 2013
Oleh: Muhammad Nur
CORET-CORAT-CORIT
meminta untuk ditegur
meminta untuk dinasehati
meminta untuk diingatkan
tapiii....
ketika ditegur
ketika dinasehati
ketika diingatkan
terlihat tidak menerima
terlihat tidak ada yang salah pada drinya
terlihat masih tidak ikhlas dalam menerima teguran, masukan, dan kritikan
itulah sisi lain manusia
apakah itu semua manusiawi??
selalu mendendangkan perubahan
dengan meminta masukan dan kritikan
disisi lain, ada penolakan yang tersirat//
hghghh..
entahlah..
#mungkin hanya penilaianku...
:)
meminta untuk dinasehati
meminta untuk diingatkan
tapiii....
ketika ditegur
ketika dinasehati
ketika diingatkan
terlihat tidak menerima
terlihat tidak ada yang salah pada drinya
terlihat masih tidak ikhlas dalam menerima teguran, masukan, dan kritikan
itulah sisi lain manusia
apakah itu semua manusiawi??
selalu mendendangkan perubahan
dengan meminta masukan dan kritikan
disisi lain, ada penolakan yang tersirat//
hghghh..
entahlah..
#mungkin hanya penilaianku...
:)
PPL (2)
handphoneQ berdering dengan nada
khasnya,, kulihat yang memanggil nomor baru,, segera kuangkat,, hhhgg..
ternyata dari seorang mahasiswa tempatku PPL,,, hari ini memang ada kegiatan
observasi di salah satu SLB yang ada di Surabaya mulai jam 09.00 sesuai
konfirmasi mereka.. tapi sungguh aku sangat kaget saat suara lembut di seberang sana mengatakan bahwa mereka sudah di lokasi observasi dan memintaku tuk segera datang..
sekarang kan masih jam 07.00, ko’ mereka
sudah di lokasi??,, gimna sih, bukannya akan dimulai jam 09.00?? tanyaku
setengah panik... ya sudahlah,, aku segera bergegas, rasanya antara sadar dan
tidak.. hahaha (lebay) sesaat kemudan akupun berangkat bersama teman PPLq sebut
saja namanya Vero..
dengan kecepatan tinggi, vero
melajukan sepeda motornya, bahkan lampu merahpun diterobosnya.. hhhaha... (efek panik)..
tepatnya jam 08.07 kami pun sampai di lokasi observasi,, ternyata mahasiswa
sebanyak 60 orang itu sudah kumpul di aula sekolah diberikan pengarahan oleh
dosen pamongku, dan selanjutnya berkumpul di sebuah gedung pertemuan, penyambutan oleh pihak sekolah.. subhanallah, pihak sekolah menyambut dengan sangat ramah, bahkan memberi keleluasaan kepad mahasiswa untuk mencari tau iformasi sebanyak-banyaknya sesuai dengan apa yang mereka inginkan.
Setelah penyambutan, mereka pun
dilepas ke lapangan, aku diberi amanah tuk mendampingi dan mengarahkan mereka
selama melakukan observasi, ada rasa geli dan juga lucu melihat berbagai
ekspresi mereka yang masih asing berinteraksi langsung dengan anak berkebutuhan
khusus,, jadi teringat masa dimana aku pun baru
pertama kali memasuki dunia pendidikan luar biasa.. but,, sekarang
seakan menjadi bagian dari hidupku.. J
Kegiatan observasi berjalan dengan baik dan cukup melelahkan.. tapi rasa lelah itu menguap ke alam lepas ketika pk Zaini (dosen
pamongQ) memberitahu bahwa kegiatan observasi ini sudah terhitung dua
pertemuan... hhghgh berarti beban mengajarku tersisa empat pertemuan lagi...
ALHAMDLILLAH.... thanks p’ Zaini.. engkau begitu pengertian... heehhe
AHAD 24112013
hari ahad ke kampus buat unduh tugas mahasiswa...
alhamdulillah koneksi internetnya baguss..
mahasiswa mengerjakan tugasnya dengan baik
saya puas dengan kerja saya
saya pun puas dengan atensi mereka
eehhh... ketemu pk Suandi (petugas kebersihan kampus)
beliau sibuk ngurusin taman
jadinya lebih tertata n nampak indah
ada juga kuli bangunan
yang dengan semangat
di bawah terik matahari
bekerja merenovasi gedung perkuliahan
BUAT SEMUA..
SEMANGAT YA...
:)
alhamdulillah koneksi internetnya baguss..
mahasiswa mengerjakan tugasnya dengan baik
saya puas dengan kerja saya
saya pun puas dengan atensi mereka
eehhh... ketemu pk Suandi (petugas kebersihan kampus)
beliau sibuk ngurusin taman
jadinya lebih tertata n nampak indah
ada juga kuli bangunan
yang dengan semangat
di bawah terik matahari
bekerja merenovasi gedung perkuliahan
BUAT SEMUA..
SEMANGAT YA...
:)
PPL (1)
Apa yang
harus kulakukan???
Bagaimana
saya memulai perkuliahan??
Bagaimana
jika mahasiswa yang saya hadapi semuanya kritis-kritis??
Mampukah
saya menjawab setiap pertanyaan mereka??
Dalam diamku, terduduk di teras prodi
PGSD, mencoba mengatur nafas yang sedari tadi tidak menentu, dihantui oleh serentetan
pertanyaan-pertanyaan tadi yang kuciptakan sendiri,, kulirik jam yang melingkar
dipergelangan tangan kiriku,, oohhh waktu sudah menunjukkan jam 11.05, sudah
waktunya saya masuk kelas. Sesaat kemudian, seorang mahasiswa bertubuh ceking
dan berkawat gigi menyapaku dengan sangat sopan.. “maaf bu’ silahkan mengisi
perkuliahan, teman-teman sudah menunggu”... iiii,,iiyaaa... jawabku dengan
sedkit terbata-bata karena nervous.. segera kugopoh tas ranselku,, melangkah
dengan cepat.. all is well, mantra
yang kudapat dari film 3 idiot, kuucap berulang-berulang untuk menenangkan diri
sambil memohon pertolongan Allah, semoga diberi kemudahan..
Hghggh... kutarik nafas panjang...
memasuki kelas seraya melontarkan salam dan senyum termanisku... (hehehe)...
dengan semangat mereka menjawab salamku dengan senyum malu mereka... ternyata
semangat mereka seakan memberi sugesti positif, rasa nevous tadi telah hilang,
yang ada hanya rasa percaya diri.. oohh terimakasih ya Allah... sungguh
pertolonganMU begitu nyata..
Sebelum memulai perkuliahan,
kuperkenalkan diri dihadapan 60 mahasiswa yang di dominasi oleh kaum hawa..
mereka terlihat begitu antusias tuk mengenal lebih banyak tentang diriku..
Perkuliahan pun dimulai,, kujelaskan
slide demi slide materi yang kutampilkan memalui power point,, ada perasaan
bangga dan senang ketika mereka terlihat sangat serius, mencatat setiap materi
yang kujelaskan. Sesaat kuberi mereka kesempatan tuk bertanya hal yang mereka
tidak mengerti...ooohhh rupanya mereka masih malu.. akhirnya kucoba memicu
mereka dengan molontarkan pertanyaan, masih malu juga.. tidak ada jalan lain
selain menunjuk langsung.. kusebutkan beberapa nama, kuminta mereka memberi
tanggapan atas pertanyaan yang kulontarkan, alhasil jawaban mereka cukup memuaskan... J
Kulanjutkan menjelaskan materi dalam
slide yang masih tersisa, hanya butuh sedikit waktu untuk menyelesaikannya,,
kembali ku beri kesempatan kepada mahasiswa yang ingin bertanya... ooo...
sungguh mengejutkan,, kali ini mereka antusias tuk bertanya, ku ijinkan satu
persatu,, hhmmmm pertanyaan yang cukup baik... alhmdulillah semua pertanyaan
bisa kuatasi..
Tak terasa, waktu berjalan begitu
cepat, jam mengajarku tersisa beberapa menit lagi.. sebagai perkenalan hari
ini, mereka kuberi tugas tuk meresum materi perkuliahan.. yaahhhh.....yaahhhh..
suara keluhan itu bersahut-sahutan.. aku hanya tersenyum menanggapinya,
teringat aku pernah berada di posisi mereka.. J
Untuk mahAsiswaku...
Terimakasih
atas penerimaan dan atensi kalian
Kalian
memberiku ruang untuk belajar
Dan
menuai pengalaman
SURABAYA,
20112013
MIRNAWATI
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)

.jpg)

