WISATA GUNUNG BROMO


            Akhirnya keinginan untuk berwisata ke gunung bromo tercapai sudah, sungguh pengalaman yang sangat menyenangkan. Walaupun wisata kali ini tidak sesuai dengan rencana awal karena ada salah seorang teman yang batal berangkat karena mendadak ada kepentingan yang juga tidak bisa ditinggalkan.

SWEET EXPERIENCE IN THAILAND


        Saat ini, saya melanjutkan studi di salah satu universitas negeri di Surabaya,  salah satu program rutin yang diadakan program studi pilihanku adalah mengikuti konfrensi internsional di Thailand yang merupakan wujud kerjasama dengan negara tetangga dalam bidang pendidikan. Konferensi itu lebih di kenal dengan ICER (international Conference education research)..

TENTANG SUNYI (1)

bagaimana aku bersahabat dengan sunyi??

        Dulu, aku sangat membenci sunyi, aku tidak ingin bersua dengannya, bahkan aku dengan angkuhnya tak mau mengenalnya,, dulu hari-hariku berlalu begitu menyenangkan karena ada ramai yang selalu menemani. ketika ramai berlalu sejenak, sunyi datang menampakkan diri ingin menemani, seketika aku menjauh darinya, aku menjerit sekencang-kencangnya, menunjukkan penolakanku padanya, aku berlari dan terus berlari sejauh-jauhnya hingga aku menemukan ramai.
          Dulu, ramai selalu ada buatku. Ramai selalu menjagaku dari sunyi, ramai selalu menghiburku ketika sunyi mulai menakutiku dengan diamnya, ramai tidak pernah meninggalkanku dalam waktu yang lama, ketika ramai akan pergi untuk sementara waktu,, dia akan menitipkanku pada teman-temannya, sehingga sunyi tidak berani mengahapiriku.
          Seiring berjalannya waktu, pada suatu ketika, aku memutuskan melangkahkan kaki meninggalkan zona nyamanku menuju tanah rantau tuk menimba ilmu,, keputusanku ini kuberitahu pada ramai,, dan ramai senang dengan keputusanku, bahkan dia berjanji akan mengantarku dan menitipkanku pada teman-temannya ditanah rantau tujuanku,, hhmmm,, nampaknya ramai khawatir sunyi akan menggangguku..
          Waktu terus berlalu,, aku menghabiskan waktu bersama teman-teman ramai disini,, rupanya mereka juga ramah,, namun teman-teman ramai jauh lebih sibuk dari ramai, sehingga mereka pun harus meninggalkanku dalam waktu yang lama.
          Kini aku sendiri,
Seketika sunyi hadir dengan diamnya, diam yang selama ini membuatku takut,, aku tidak tahan terus-terusan berada dalam ketakutan,, kuputuskan untuk keluar mencari teman-teman ramai disini,, namun percuma saja,, di luar sana ada banyak ramai yang kutemukan, namun mereka begitu asing, mereka tidak mengenaliku, aku pun tidak mengenali mereka..
          Kini aku pasrah,,
Aku pasrah dalam takut yang teramat sangat kepada sunyi,, namun, nampaknya sunyi berempati kepadaku, ia kasihan melihatku dalam ketakutan, hingga ia pun selalu berusaha menyapaku dengan diamnya, sapaan yang sering tak kuhiraukan,, namun ternyata sunyi tidaklah dendam padaku. Buktinya, sikap angkuhku terhadapnya selama ini bahkan sampa detik ini tidaklah  membuatnya marah dan semakin manakut-nakutiku, justru ia dengan lembut selalu menyapaku, menawarkan persahabatan padaku, dengan rendah hati, ia terus meyakinkanku kalau ia pun bisa menemani hari-hariku walau tidak sebaik ramai.
          Kulihat ada ketulusan pada sunyi, dengan masih sedikit takut, kusambut tawaran persahabatannya denganku. Yaahhh.. sunyi berhasil meyakinkanku, kalau ia tidak seburuk yang kupikir. Kini aku bersahabat dengan sunyi, hari-hariku kini kulalui barsama sunyi. Bersama sunyi, aku belajar lebih bersabar, bersama sunyi aku belajar arti ketulusan, bersama sunyi aku menanti datangnya ramai,, dan bersama sunyi aku pun bahagia.. karena pada hakekatnya, hanya sunyilah yang dapat menggantikan ramai.. J J J


Surabaya, 08 Juni 2014

“KS”

HUJAN, SUMBER PENGHASILAN

Wahh...pagi yang cerah, kataku dengan perasaan yang amat senang, karena sudah beberapa hari ini hujan begitu deras mengguyur kota dimana aku tinggal. Hujan membuatku malas beraktifitas bawaannya selalu ingin tidur, seakan dinina bobokan oleh irama hujan.
Namun lain halnya pada pagi ini, sepertinya cuaca cukup bersahabat, aku begitu bersemangat, keinginanku pergi ke gramedia di salah satu mal di kota tempat tinggalku untuk mencari beberapa buku yang akan kujadikan literatur dalam penulisan skripsiku, nampaknya tidak akan tertunda lagi... kataku penuh harap.
Tiba-tiba saja... kring...kring... ponselku berdering, ternyata yang nelpon adalah Kany teman kuliahku segera kujawab telpon darinya, diseberang sana terdengar suara Kany yang mengucapkan salam.. wa alaikum salam, ada apa? Jawabku dan kembali bertanya maksud ia menelponku. Gimana kalau hari ini kita ke gramedia mumpung gak hujan, kamu bisa kan? Ajak Kany padaku, oke kalau begitu aku siap-siap dulu, pukul 10.00 kita berangkat aku tunggu yah. Oke jawab Kany singkat dan memutuskan teleponnya.
Dalam perjalanan menuju gramedia, cuaca masih sangat bersahabat, langit semakin cerah, sinar mentari menyingkap awan hitam yang membuatnya nampak sedih hingga menangis (hujan) di hari-hari kemarin. Beberapa saat kemudian, kami pun tiba di mal letak gramedia yang akan kami kunjungi. Tanpa pikir panjang lagi saya mengajak Kany menuju gramedia, ya sekedar antisipasi aja soalnya cuaca bisa berubah kapan saja, mungin sekarang terlihat begitu cerah, namun tidak menutup kemungkinan beberapa saat kemudian hujan deras turun mengguyur kota ini.
Setelah hampir satu jam lamanya mencari, akhirnya kutemukan juga beberapa buku yang relevan dengan masalah penyusunan skripsiku, sementara Kany yang rencana awalnya juga ingin membeli buku yang akan dijadikan referensi penyusunan skripsinya malah asyik membaca novel. Kany dah dapat bukunya belum? Tanyaku dengan maksud mengingatkan. Aku sudah dapat tapi cuma satu, jawab Kany. Ya udah gak apa-apa selebihnya kita cari di toko buku lain, sekarang kita bayar yuk!! Kami pun beranjak menuju kasir untuk membayar buku yang akan kami beli.
Sebelum pulang, kami menyempatkan membeli beberapa makanan berhubung persediaan makanan di rumah sudah menipis. Setelah merasa cukup, kami putuskan untuk pulang. Beberapa meter dari gerbang pintu keluar mal, terdengar suara hujan yang begitu deras. depan pintu gerbang dipadati oleh pengunjung yang menunggu hujan reda, kulihat disekitarku jalan  dan tempat parkir telah tergenang air.
Payung kak... kak payung... Tiba-tiba saja aku dikagetkan oleh suara itu, kumenoleh padanya.. ya tuhan... jeritku dalam hati, aku semakin kaget ternyata suara itu adalah suara anak perempuan yang umurnya kira-kira masih lebih kurang 6 tahun, tubuhnya basah kuyup dan gemetaran, ia nampak begitu kedinginan namun dengan menahan rasa dinginnya ia terus saja menawarkan payungnya padaku dengan suara gemetar.
Akhirnya kuputuskan menerima tawarannya payung yang ukurannya lumayan besar itu, cukup saya gunakan bersama Kany sementara anak itu memilih kehujanan, namun ia terlihat begitu menikmati setiap tetes air hujan yang membasahi tubuh kecilnya. Dalam perjalanan menuju tempat parkir angkot yang menunggu penumpang aku iseng bertanya padanya mengenai namanya, sekolahnya, tempat tinggalnya, dan pekerjaan orangtuanya. Setiap jawaban yang ia sampaikan dengan suara gemetar menahan dingin, membuatku semakin iba. Kami pun sampai pada angkot yang akan kami tumpangi, kuberikan uang dua ribu rupiah sambil mengembalikan payungnya. Ia terlihat begitu senang.. Terima kasih kak... katanya dengan ramah sambil berlari ke arah pengunjung yang ia rasa membutuhkan jasa payung.
Diatas angkot dalam perjalanan pulang ke rumah, aku masih teringat wajah anak itu. Seorang anak bernama Warni, yang umurnya masih 6 tahun hidup dalam lingkungan keluarga yang tergolong sangat kurang mampu, ayahnya tidak lagi bisa bekerja karena sakit-sakitan sementara ibunya bekerja sebagai pengais sampah, dengan keadaannya yang seperti itu, Warni tidak pernah mengenyam pendidikan. Satu hal yang membuatku salut, walaupun Warni tidak sekolah tapi sepertinya ia sangat mengerti keadaan orang tuanya. Berbekal payung tua berukuran lumayan besar, dengan memanfaatkan musim hujan, ia menawarkan jasa ojek payung kepada setiap pengunjung yang sekiranya membutuhkan payung, dengan harapan penghasilan yang ia dapatkan cukup untuk membeli obat untuk ayahnya.
Ada yang bilang hidup adalah pilihan, tapi saya yakin Warni tidak pernah memilih hidup dalam lingkungan keluarga tidak mampu, namun bekerja menawarkan jasa payung kepada orang yang membutuhkan payung di musim penghujan adalah pilihan Warni demi mendapatkan sesuap nasi yang membuatnya mampu bertahan melawan pahitnya kehidupan. Jadi ketika langit menangis, tetaplah tersenyum karena di luar sana terdapat beberapa saudara kita yang menjadikan hujan sebagai sumber penghasilan.


****... SEKIAN... ****
           ks

CERITA CINTA PROFESIKU

Sebagai seorang guru, tentu bukanlah pekerjaan yang mudah, apalagi aku pribadi yang baru belajar tuk menjadi seorang guru,, bekerja disalah satu sekolah sebagai guru bantu sangat membuatku tertarik, hal ini merupakan pekerjaan yang sangat menantang buatku, walaupun honor yang kudapatkan tidaklah seberapa dan tidak mampu menutupi kebutuhan hidup, namun saat ini materi bukanlah tujuanku, tapi tak lain adalah pengalaman... pengalaman yang merupakan guru terhebat,, alhasil dengan berbagai pengalaman yang kudapatkan kini seiring berjalannya waktu aku pun sedikit demi sedikit mulai memahami dan merasakan seni profesiku kelak yaitu menjadi seorang pendidik.
Aku tak pernah menggubris pertanyaan teman-temanku yang sering menanyakan honor yang kudapatkan di sekolah tempatku mengajar, aku tak pernah menghiraukan pandangan rendah mereka akan pekerjaanku sekarang, yang jelas aku enjoy menjalaninya.. aku pun bangga pada diriku sendiri karena aku yakin tidak semua orang mampu menjalani apa yang aku jalani saat ini.. untuk sampai ke sekolah saja butuh perjalanan yang panjang, hampir setiap harinya aku harus berjalan menuju kampus terlebih dahulu untuk mengambil angkot yang satu jalur dengan sekolah tempatku mengajar,, tidak hanya sampai disitu saja,, lokasi tempatku mengajar letaknya bukan dijalan poros, jadi akupun harus menempuh sekitar kurang lebih 300 meter dengan berjalan kaki untuk sampai ke sekolah, jembatan plyover dan tumpukan sampah menjadi saksi bisu kegigihanku tuk sampai ke sekolah.. tapi sungguh... rasa lelah, setiap tetesan keringat tersasa begitu nikmat karena aku menjalaninya dengan penuh cinta dan ketulusan.
Waktu terus berlalu, alhamdulillah tidak butuh waktu yang lama tuk bersosialisasi dengan lingkungan sekolah tempatku mengajar, rekan-rekan guru sangat supel mereka semua selalu menyambutku dengan hangat, kebersamaan pun kini terbingkai indah diantara kami, setiap momen yang kami lalui terasa begitu istimewa penuh dengan canda tawa...
Kini tak terasa sudah hampir lima bulan aku menjalani pekerjaan ini, semua kujalani tanpa beban sedikit pun, kalaupun kebanyakan orang ingin cepat-cepat jam kerja cepat usai, lain halnya dengan aku, ingin rasanya kuperlambat jalannya waktu, karena kuingin kebersamaan ini tidak cepat berakhir... ketika sampai di kos.an sepulang dari sekolah,, aku tak sabar menunggu hari esok, ingin cepat-cepat ke sekolah bertemu dengan rekan-rekan guru, bertemu dengan siswa-siswaku.. karena aku selalu merindukan wajah mereka, tingkah kocak mereka, ledekan usil mereka, n yang pasti  canda tawa mereka yang tak jarang membuatku tertawa lepas.. ya Allah sungguh terasa begitu indah.

Ya Allah
terimakasih atas segudang nikmat yang Engkau berikan padaku
            terimakasih telah mempertemukanku dengan mereka
            terimakasih telah mengijinkanku membingkai kebersamaan di jalanMU...
            jadikanlah kebersamaan ini bernilai ibadah disisiMu ya Allah....
            jadilanlah kebersamaan ini tidak hanya didunia fana ini
            tapi buatlah kebersamaan ini tak lekang oleh waktu
yang tetap terbingkai indah hingga di syurgamu kelak ....
aamiin ya Rob.....



makassar,   10 Juni 2012
K S








INOVASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA 1

Berdasarkan hasil identifikasi dan asesmen kesulitan belajar matematika yang telah dilakukan pada anak kelas VC di SLB Al-Azhar B/C Waru Sidoarjo dengan  menggunakan format instrumen identifikasi dan asesmen untuk anak di sekolah reguler, terlihat bahwa kemampuan anak masih setara dengan anak kelas I sekolah reguler.
            Kemampuan awal yang ditunjukkan oleh anak, anak mampu membilang secara urut angka 1-50 dengan bahasa lisan, akan tetapi jika diperintahkan untuk mengurutkan dalam bahasa tulis, anak sedikit mengalami kesulitan. Jadi dalam hal ini direkomendasikan untuk melakukan inovasi dalam pembelajaran matematika khususnya dalam pengenalan angka dan memotivasi anak agar tertarik dengan pelajaran matematika.
            Adapun langkah yang ditempuh dalam melakukan inovasi pengajaran, yaitu dala hal ini penyusun menggunakan kombinasi berbagai media pembelajaran diantaranya menggunakan papan angka, puzzle angka, kartu angka dan benda nyata. Dalam proses pembelajaran menggunakan model make a match dalam suasana bermain sehingga anak dapat bermain sambil belajar.
            Dalam pengimplementasian inovasi pembelajaran yang telah dirancang, digunakan pendekatan subjek tunggal dengan desain A-B-A. Adapun  hasilya dapat dilihat pada uraian berikut:

BASELINE A
anak masih mengenal angka 1-20 dalam hal mengurutkan secara tulis, menunjukkan, menuliskan, dan membilang benda konkret yang sesuai dengan angka yang ditunjukkan.









INTERVENSI
pada fase intervensi pembelajaran dilakukan dengan menggunakan berbagai media pembelajaran yaitu puzzle angka, papan angka, kartu angka, dan benda konkret, proses pembelajaran dengan penerapan metode bermain dengan model make a match. Anak mengalami kemajuan dalam hal pengenalan angka, pada fase ini, anak sudah mampu mengenal angka 1-28 secara urut dengan menggunakan puzzle angka

 BASELINE A1
Pada fase ini, kembali dilakukan pembelajaran tanpa menggunakana media apapun ntuk melihat ada tidaknya peningkatan kemampuan mengenal angka yang ditunjukkan anak. adapun kemampuan yang ditunjukkan, anak mengalami sedikit kemajuan yang tadinya hanya sebatas pada angka 20, sekarang sudah mencapai angka 27.








PELARIAN TERBAIK


 Ini tentang perpustakaan di kampusku kawan,,,

Beberapa hari belakangan ini, aku banyak menghabiskan waktu di perpustakaan. Niatnya sih untuk menghibur diri.  mungkin sedikit terdengar aneh, karena ku tau bagi kebanyakan orang, perpustakaan tak lebih dari tempat yang membosankan, menjenuhkan. bagaimna tidak,, langkah pertama memasuki gedung perpustakaan, kita sudah menyasikan wajah pegawai perpus yang terkadang jutek tapi sesekali juga nampak ramah, berjalan beberapa langkah lagi, yang kita saksikan hanyalah sederetan buku-buku dan karya ilmihan yag tertata rapi di rak-rak yang berbaris rapi layaknya pasukan paskibraka., naik ke lantai dua kita akan menyaksikan koleksi tesis dan disertasi para alumni dari tahun ke tahun.

Tidak hanya itu, di perpustakaan kita juga akan merasakan suasana aneh, sejauh mata memandang kita akan menyaksikan para pengunjung yang asyik bercengkrama dengan pikiran mereka masing-masing, duduk manis  dengan pandangan mereka dibatasi oleh layar laptop masing-masing, hingga mencipta suasana hening dalam keramaian layaknya kuburan.

Hhmhmhmm....
Saya masih normal kawan, saya bukan seorang kutu buku... J
Tentu bukan itu yang membuatku selalu ingin mengunjungi perpustakaan di kampusku, melainkan sebuah ruangan kecil yang menjelma layaknya ruangan pribadi buat aku dan teman-teman. sebuah ruangan yang tersekat dengan triplek hingga memisahkan ruang baca dan ruang tesis. Sebuah ruangan kecil yang hanya dihuni sederetan rak disertasi yang membuat mata terbelalak saking tebalnya.

Ruangan ini terbilang paling kecil diatara ruangan yang lain, hingga didalamnya hanya terdapat sebuah kursi dan meja. Namun itu bukanlah masalah bagiku, duduk di kursi dengan sebuh meja didepanku malah membuatku terasa kaku, ruang gerakku terbatas, hingga aku lebih memilih lesehan diantara rak-rak disertasi, ya.. posisi ini jauh lebih nyaman buatku, aku bisa mengubah posisi duduk sesukaku tanpa dibatasi ruang. Pandanganku pun tidak hanya perpaku pada sederetan disertasi di depanku dan wajah-wajah mumet pengunjung yang lain, karena diantara rak tempatku duduk terdapat sebuah jendela hingga aku bisa mengalihkan pandangan ke alam bebas, menyaksikan indahnya cakrawala.,, and.....
ALHMDULILLAH AKU TERHIBUR,
AKU MENDAPAT KETENANGAN
TERBEBAS DARI SUASANA YANG JAUH LEBIH TEGANG DI TEMPAT YANG SEHARUSNYA LEBIH MEMBUATKU NYAMAN.


Surabaya, 22 Mei 2014
KS


DIET BERUJUNG "ANOREKSIA"


Hari ini tanpa sengaja saya membuka sebuah artikel kesehatan,, salah satu postingan yang membuatku tertarik adalah gambar seorang wanita yang terlihat sangat kurus layaknya tengkorak hidup, saya jadi penasaran, segera saja kubuka dan kubaca artikel itu,, ternyata eh ternyata wanita ini terkena penyakit yang dinamakan anoreksia,, hhhmm.. penyakit apa lagi ini??? Bisikku dalam hati, bagaimana tidak, penyakit anoreksia ini tidak pernah kudengar sebelumnya, ataukah saya yang ketinggalan info.. hehehe... tapi bener saja lohh,, penyakit ini memang masih tergolong langka dan kebanyakan terjadi pada kaum perempuan..

Penyakit ini berawal dari keinginan mendapatkan bentuk tubuh ideal.. yahhh.. ideal yang identik dengan langsing atau kurus.. terjawab sudah kenapa penyakit ini lebih banyak terjadi pada perempuan,, karena tau sendiri kan perempuan lebih menjaga penampilan bentuk tubuhnya dibandingkan laki-laki..

Saya rasa kalian pernah lihat atau bahkan merasakannya sendiri.. heheh..
Galau dan malu yang berlebihan karena merasa memiliki tubuh yang terlalu gemuk dan berat badan yang berlebih.. segala macam carapun dilakukan, bahkan ada yang sampai diet ekstrim dengan lahraga berlebihan sampai menghindari makanan saking terobsesinya menurunkan berat badan dalam waktu yang singkat,, haddoohh parahhh..

Nahhh.. seorang penderita anoreksia,, walapun berat badan sudah turun drastis dan tubunya sudah terlihat kurus bahkan sangat kurus,, mereka tetap saja berpikir  bahwa tubuh mereka masih terlalu gemuk.. kebayang kan gimana jadinya... karena gangguan kejiwaan merasa insecure dengan berat badan mereka,, alhasil mereka akan terlihat seperti ini..


ngeri banget ya....
so,, saya hanya bisa katakan,, teman temin yang punya berat badan berlebih,, jangan terlalu terobsesi menurunkan berat badan ya.. klo pengen diet,, diet sehat saja ya!! jngan diet terlalu ekstrim,, takutnya DIET BERUJUNG ANOREKSIA...  :(


surabaya, 300414
"KS"

KESEMPATAN HIDUP



Alhamdulillah, hari ini Allah masih memberiku kesempatan menikmati hidup,,
Hari ini, aku masih bisa menikmati hangatnya mentari pagi,
masih menikmati sejuknya angin yang berhembus sepoi,
masih menikmati senandung rintik hujan yang berjatuhan diatas genteng rumah.

Nikmat tiada tara yang sempat tak terpikir lagi olehku, jika kuingat kejadian semalam tadi, disaat aku kembali diserang sakit kepala yang amat dahsyat.. rasa sakit yang menguras seluruh tenagaku hingga tak menyisakan sedikit kekuatan untuk melawan sakit.. sakit yang teramat sangat yang juga merampas semangat hidupku, hingga yang terbayang hanyalah kedatangan malaikat israil yang akan mencabut nyawaku..

yang tersisa hanyalah cucuran air mata yang semakin deras, kubiarkan sakit kepala yang terus berkecamuk ini menyiksaku. Kini aku lemah tak berdaya, tiba-tiba seluruh tubuh terasa dingin, seakan aku berada ditempat yang sangat tinggi melihat ribuan orang berada tepat dibawahku,, aku tidak mengerti apa yang kualami tapi semua terasa begitu nyata,, nafaskupun kini terasa semakin melemah, bahkan aku merasa tak mampu lagi tuk bernafas.... sungguh kematian terasa sangat dekat denganku,, terus kusebut nama-NYA,, kupasrahkan segalanya, mungkin inilah akhir hidupku.

Haloo..haloo..
Ditengah kepasrahanku, terdengar suara samar itu, ya suara diujung telepon yang terasa tidak asing, , yang mungkin sedari tadi sempat tak kuhiraukan..
Halooo... haloo..halooo...
lambat laun suara itu semakin jelas, ya... itu suara seseorang yang biasa kupanggil kk’.... “ya haloo k’”.. dengan lemah,, lidahku yang kaku, perlahan menjawab panggilan itu dengan sedikit tersenyum,, menyadari ternyata ada kk’ yg sedari tadi menemani... kk’ terus memberi semangat,, aku hanya bisa tersenyum mendengarnya,, kularang ia tidur sebelum aku tertidur,, heheh... (aku egois ya k’..).. entah bagaimana aku sampai tertidur,,, yang jelas saat aku terlelap dalam tidur,, aku takut untuk terbangun... takut sakit kepalaQ belum juga  pergi... L

buat kk’,, terimaksih banyak sudah menemaniku melewati sakit ini,, pokoknya terimakasih untuk semuanya,,, jangan pernah bosan untuk terus menemani ya... hehheh..
buat RobbQ... terimaksih atas nikmat kesempatan hidup yang engkau berikan.. semoga aku bisa menjadi hambamu yang lebih sabar lagi... aamiin..


Surabaya, 08042014
Mirnawati “KS”





UJIAN KOMPRE



Tanggal        : 01 April 2014,
Ruang           : K4 01 pascasarjana UNESA,
pukul            : 13.00-14.00
jadwal ujian akhirnya kudapatkan juga, kuperhatikan dengan seksama,, perasaan jadi tak menentu, rasanya percaya gak percaya saya sudah sampai ke titik ini.

Alhmdulillah...
Masih ada waktu sepekan untuk mempersiapkan segala sesuatunya, mulai dari mempersiapkan presentasi, mempersiapkan konsumsi, n tentunya mempersiapkan mental,, hghhgh waktu terus berlalu, tak terasa hari yang menegangkan itu datang juga.. ya hari ini 01 April 2014.

Pukul 12.00 setelah sholat dhuhur, saya langsung menuju kampus sengaja datang lebih awal menuju ruang ujian, memastikan segala sesuatunya sudah dipersiapkan atau belum oleh panitia ujian,, alhmdulillah tidak ada masalah, semua sudah beres..

Setelah yakin tidak ada masalah, segera kumenenangkan diri di tempat yang sudah disiapkan, kulihat dihadapanku ada 5 buah meja berjejer rapi disiapkan untuk lima orang dosen penguji.. terlintas dalam pikiranku, hari ini saya bagai tersangka yang akan disidang dan dipojokkan oleh lima orang penguji, yang akan dicecar oleh berbagai pertanyaan.. ghhgh... semua bayang itu kuhilangkan, kberserah dirinya pada-NYA,, memohon pertolongan-NYA,, karena sejatinya tak ada yang perl kutakutkan jika DIA bersamaku..

Satu demi satu penguji datang membawa draft proposalku menduduki tempatnya masing-masing, kusambut satu persatu, kujabat tangannya dengan melemparkan senyum termanis.. hehhehe... raut wajah yang bersahabat mereka sedikit mengurangi rasa grogi ini...

Beberapa waktu kemdian setelah semua penguji datang, ketua sidang membuka acara ujian kompre hari ini, dan mempersilahkan saya mempresentasikan proposal tesis yang telah saya rancang.. kusambut dnegan senyum dan ucapan terimakasih, sebelum kupaparkan rancangan proposal tesisku..

setelah pemaparanku selesai, ketua sidangpun mempersilahkan satu persatu penguji untuk memberi masukan ataupun sejumlah pertanyaan,, dengan senyum ramah, penguji mengawalinya dengan memberikan ucapan selamat kepada saya, karena telah sampai pada titik ini, dan menjadi mahasiswa pertama dari angkatanku yang mengawali ujian kompre di prodiku,, tentunya kusambut dengan ucapan terimaksih atas pujian itu,, begitupun dnegan penguji yang lain..

sejumlah pertanyaan yang mereka lontarkan pun tidak sesulit yang kupikirkan, semua masih bisa saya kendalikan,, Alhmdulillah, semua itu karena pertolongan ALLAH. Terimakasih ya ALLAH.. J J setelah semuanya selesai memberikan pertanyaan dan beberapa masukan,, saya dipersilahkan keluar sejenak, mereka akan berembuk untuk memutuskan apakah rancangan proposal tesis saya bisa dilanjutkan atau tidak...

saya pun keluar membawa perasaan was-was juga perasaaan lega,, ternyata diluar ruangan teman-teman satu angkatan pada ngumpul memberi dukungan.... TERIMAKASIH TEMAN!!! J

Kuarang lebih 3 menit kemudian, seorang dosen penguji membuka pintu dari dalam mempersilahkan saya masuk kembali ke dalam ruangan. Ketua sidangpun membacakan keputusannya yang kurang lebih bunyinya seperti ini:
“KEPADA SAUDARI MIRNAWATI, KAMI DARI DEWAN PENGUJI AKAN SANGAT MENYESALKAN JIKA RANCANGAN PROPOSAL TESIS SAUDARI TIDAK DILANJUTKAN,, SELAMAT!!! DAN ATAS NAMA PRODI, KAMI UCAPKAN TERIMAKASIH KARENA TELAH MEMBERIKAN AWAL YANG BAIK”
           
Dengan hati yang senang, kusambut dengan senyum dan terimaksih yang sebanyak-banyaknya atas setiap kritikan dan masukan yang diberikan oleh para dewan penguji.. J J,, semoga di ujian selanjutnya bisa memberikan yang lebih baik lagi.. aamiin...

surabaya, 010414

KS

SETETES HIDAYAH

Tidak ada kabar paling membahagiakan selain kabar yang kudengar hari ini,, suara lembut ibu yang selalu menenangkanku, dengan tenang menceritakan kejadian subuh tadi,, subuh penuh berkah,, subuh yang mengawali kisah ini,, kisah tentang ayah...

            Seperti hari-hari biasanya,, ayah selalu bangun lebih awal diantara anggota keluarga yang lain,, namun subuh ayah hanya berlalu begitu saja,, tidak ada percikan wudhu, tidak ada lantunan adzan ,tidak ada gelaran sejadah.. ya begitulah ayah melalui subuh-subuhnya selama berpuluh-puluh tahun...
            namun subuh tadi, Allah menunjukkan kuasanya, doa-doa tulus penuh harap dari istri dan anak terkabulkan sudah, segala nasehat yang tiada henti kini diindahkan, ya,, subuh tadi Allah memberikan setetes hidayah pada ayah, subuh tadi percikan air wudhu mensucikan ayah, balutan busana muslim menjadikan ayah terlihat lebih berwibawa yang menghantarkan langkah ayah menuju rumah ALLah untuk menunaikan sholat berjamaah.
            Ibu menceritakannya dengan penuh haru sambil mengucap syukur,, akupun tak kuasa menahan tangis.. Subhanallah,, Alhmadulillah,, Allahu Akbar... terimakasih ya Allah atas nikmat tiada tara ini,, ya Allah,, jangan Engkau cabut hidayah itu dari ayahku,, bimbinglah rangkullah ia dengan kasihmu, kumpulkanlah kami di jannahMu kelak sebagai keluarga yang utuh..
            Teruntuk ayahku terkasih..
Ketahuilah ayah,, sesungguhnya engkau adalah hamba pilihan Allah..
Allah menunjukkan kasih-Nya melalui hidayah iman yang ditanamkan dalam dirimu
Jagalah selalu hidayah itu,, teruslah belajar ayah,, sesungguhnya allah maha mengetahui, maha pengasih penyayang lebih dari yang engkau pikirkan..
Doakan aku dalam setiap sholatmu,,

Doa dan ridhomu adalah lentera penerang jalan hidupku..

surabaya, 090314
KS

MELEPAS SEJUTA KENANGAN UNTUK MENGGENGGAM SECUI HARAPAN


            tepat jam 24.00 kita berada pada titik pertemuan sekaligus perpisahan. Yaa, bertemu dengan tahun 2014 dan berpisah dengan tahun 2013.
Begitu cepat hari-hari berlalu, begitu cepat siang dan malam berganti, dan betapa cepat malam menggrogoti umur mendekatkan pada ajal. Tidak terasa, hari ini telah sempurna satu tahun kita lalui dan beberapa jam lagi,
            Momen tahun baru merupakan momen yang ditunggu-tunggu sebagian besar orang karena terasa istimewa dibenak mereka, saking istimewanya mereka tidak tanggung-tanggung mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk membuat perayaan yang semerbak dengan letupan petasan dan kembang api dan terompet  hingga menjadikannya sebagai ajang pesta pora, hura-hura yang tiada manfaat.
            Ghhghhg...
2013 benar-benar akan berlalu meninggalkan kita. Kembali kubuka KALEDEISKOPku sepanjang tahun 2013, kucoba memasuki diri sendiri, senyum mengembang menghiasi wajah, mengingat begitu banyak cerita telah kuukir, sedih, senang, bahagia, semua berpadu menjelma menjadi pelangi dalam hidupku. Seketika dada pun terasa sesak butiran embun yang berjatuhan disudut mata tak dapat kuelakkan lagi, saat diri mulai berbicara dan bertanya kepada diri sendiri, bagaimana hubunganku dengan Robbku selama ini, sudahkan aku mendekat padaNYA?? Ketaatan apa saja yang sudah kukerjakan, sudahkan aku berbakti pada kedua orangtuaku??? pahala dan kebaikan apa yang ku raih, sudahkah aku bermanfaat bagi sesama??? Ya Allah, tanpa kusadari, begitu banyak kesalahan, kelalaian, dan kekhilafan yang telah kulakukan,.. apa daya, semua telah berlalu dan tak mungkin kembali lagi, semoga segala kesalahan bisa kujadikan pijakan untuk memperbaiki diri di hari—hari yang akan kujalani kedepannya... ku ikhlas melepas semua kenangan itu, kenangan yang akan menjadi masa lalu dan guru terhebatku..
            Hhmhmhm
2014 akan menyapa, berbekal pengalaman di tahun 2013, seharusnya aku sudah siap untuk menghadapi tahun 2014 dengan lebih baik. Bertekad untuk betul-betul menjadi diri sendiri yang akan terus mengevaluasi diri tanpa ego.. mendedikasikan diri untuk melayani kehidupan dengan ikhlas dan sepenuh hati. Tahun baru 2014 kan kujadikan momen untuk mensyukuri serta menikmati sukacita dengan rendah hati dan sederhana. Yaa.. kusambut 2014 dengan menggenggam harapan, semoga hari-hariku lebih bermanfaat, menggapai cita-cita dengan ridho orangtuaku, serta ibadah yang lebih berkualitas.. karena tujuan akhirku tidak lain dan tidak bukan hanyalah menginginkan kesuksesan dunia akhirat.



Pertama dan Terakhir


Cahaya rembulan menerangi segenap penjuru kota ini. Bintang pun ikut menerangi kota kecil ini, Kota Bentang. Bangunan nan tinggi yang berjejeran menjadikannya elok dipandang. Semua mata tak jemu menatapnya. Jalan raya pun menjadi ramai oleh suara motor dan mobil. Sesekali suara tawa kecil dari orang yang lewat di depan rumahku turut mewarnai keramaian kota ini. Aku masih duduk termenung pada kursi plastik warna biru langit itu. Entah apa yang terpikirkan olehku malam ini. Sesekali kualihkan pandanganku ke jalan raya menyaksikan kendaraan yang berlalu-lalang. Lagi-lagi aku larut dalam lamunan yang terus menari di atas angin.
Piiiiiiiiip…piiiip…. Tiba-tiba aku tersadar dari indahnya lamunanku. Kuarahkan pandanganku ke sumber suara itu. Kutangkap bayangan itu, tak ada yang berubah. Empat tahun lebih rasanya seperti kemarin. Sosoknya memang tak pernah berubah di mataku. Rasa itu pun masih tetap sama. Kukembangkan senyum tipis menyambut sosok yang mendekat ke arahku. Kusapa dan kupersilahkan masuk. Kujabat tangannya. Tapi tangannya bak es, dingin. Sejenak kumelihat wajahnya yang anggun itu, mataku tak sanggup menatapanya lebih lama. Sehelai senyum yang ia lontarkan kepadaku. Namun, kali ini berbeda dari empat tahun silam. Menguak sejuta tanya dalam batinku. Ada apa gerangan? Kenapa senyum itu berbeda? Sejenak suasana menjadi hening.
“Hem… eh… bagaimana kabarmu?” Tanyaku seraya memecahkan keheningan itu.
“E… eh.. baik.” Jawabnya kaget.
Aku kembali menghidupkan suasana. “Sekarang kamu kerja di mana?”
“Di BKD jawabnya. Kamu ada acara malam ini?” Tanyanya.
“Tidak ada” jawabku.
“Bisa kamu temani aku ke Plaza?”
“bisa”. Jawabku.
Jarum jam menunjuk angka 07. 30. Kami pun meninggalkan rumah menuju Plaza Marina.
Kami menuju meja paling belakang, tepatnya meja nomor 16. Seorang anak mendekati kami lalu bertanya, “Pesan apa?” jus alpukat dua dan roti panggang. Jawabnya dengan suara sedikit bergetar. Setangkai harapan kembali hadir dalam batinku. Aku senang. Senang sekali karena dia masih ingat minuman kesukaanku.
Pertemuan pertama setelah berpisah selama empat tahun adalah suasana yang paling indah bagi insan yang sedang memadu kasih. Namun, itu jauh dari harapan. Entah kenapa dan bagaimana. Kupecahkan keheningan itu dengan sebuah tanya.
“Sand! kamu masih ingat nggak malam waktu aku nembak kamu di sini? Nomor mejanya, suasana di sekeliling kita sama seperti dulu. Betul-betul ya empat tahun enam bulan telah berlalu tapi malam ini rasanya seperti kemarin. Malam itu bulan bersama semua bintang di langit menjadi saksi bisu atas hubungan kita.”
Tak sepatah kata pun terucap dari bibirnya yang tipis itu. Seolah ia tak mendengar perkataanku tadi. Dia hanya diam dan menundukkan kepala.
“Sand… Sand… Sandra! Kamu kenapa say?” Tanyaku. Aku mendekatinya sambil bertanya lagi, “kamu sakit?” Dia hanya menggelengkan kepala dan masih menundukkan tatapannya. Kucoba menghelai rambut panjangnya yang terurai dan dia mengangkat tatapannya, di sana kutemukan butiran-butiran kristal yang berguguran. Ya betul butiran air lembut membasahi pipinya.
“Say, kamu kenapa, kok nangis?”
“Ti… tidak.” Jawabnya dengan suara pelan dan berat.
“Kamu sakit?” Tanyaku lanjut.
“Tidak kok, aku baik-baik saja.” Sejuta tanya kembali melilit di pikiranku.
Tabe’… ini jusnya,” kata pelayan itu.
“Iya makasih ya dek!” Jawab Sandra.
Kami lanjut ngobrol dari A-Z tentang teman-teman di kampus, malam pertama jadian, dan lain sebagainya membuat kami tertawa. Itulah masa lalu, masa masih duduk di bangku kuliah. Asyiknya mengingat masa lalu, disela tawa kecil kami. Ia bertanya,
 “Kamu pasti punya pacar kan selama di Bandung? Atau jangan-jangan sudah sudah punya istri?”
“Kamu itu sama saja seperti dulu, sering nanya yang seperti itu. Tidak ada,” jawabku.
“Kamu jujur saja, saya tidak akan marah kok say!” pintanya.
“Tidak ada, serius. Sejak aku kenal kamu sampai malam ini, hanya ada satu nama di hatiku yaitu SANDRA. Sand…! Di tempat inilah kita diikat oleh sebuah janji kesetiaan selamanya dan di tempat ini pula aku akan akan mengatakan sesuatu ke kamu, malam ini. Kamu tidak keberatan kan?”
Dia hanya tersenyum sambil menundukkan pandangannya sejenak lalu bangkit dan bertanya.
“Apa itu?” Sambil tersenyum. Senyumnya yang manis dan tatapannya membuatku tak berdaya untuk untuk mengatakannya. Tapi, ini harus dia ketahui. Hati ini tak sabar rasanya untuk mengatakannya tapi mulutku seolah terkunci dengan keanggunan rupanya yang berhiaskan senyuman. Batinku mulai berperang antara “katakanan sekarang” dan” jangan”. Aku kembali diam tak berdaya sambil menyaksikan perdebatan dalam batinku.
“Kamu mau bilang apa?” Tanyanya. O, aku terkejut dan sedikit grogi tapi tetap berusaha untuk menguasai diri. Begini, hari Kamis nanti orang tuaku mau datang ke rumahmu. Dia langsung memotong pembicaraanku dengan bertanya,
“Untuk apa?” Nampaknya dia agak kaget.
“Ya untuk apalagi kalau bukan untuk kelanjutan hubungan kita. Untuk melamar kamu, makanya aku ajak ketemu kamu malam ini juga,” paparku lanjut. Wajah nan anggung yang memesona itu tiba-tiba berubah menjadi merah, bibir nan seksi itupun gemetaran bak orang yang kedinginan. Perlahan, butiran kristal pun berguguran.
Aku bertanya, “Kok kamu nangis?” Awalnya aku pikir ia hanya terharu setelah melewati penantian yang panjang, akhirnya akan berbuah manis juga. Tapi, setelah butiran air lembut semakin membanjiri pipinya aku mulai heran.
“Kamu kenapa say?” Tak ada sepatah katapun terucap dari bibir tipis yang seksi itu. Aku pun terdiam sejenak lalu berkata lagi “apa yang terjadi denganmu?” Semua pertanyaan itu tak satu pun dijawab.
Aku mendekatinya lalu berbisik, “aku serius aku mencintai kamu,” sambil mengusap rambutnya dan sesekali menghapus air matanya dengan tissu.
Mendengar itu, sepertinya tangisan itu tak sanggup lagi di bendung olehnya.
“Terima kasih untuk semuanya say… aku mau pulang saja sekarang, ntar di rumah aku sms kamu ya!”
“Kok begini sih? Iya tapi aku antar kamu pulang ya?” Jawabku.
“Tidak usah, aku bisa pulang sendiri.”
“Tidak apa-apa aku antar saja.”
“Janganmi, tidak apa-apaja,” jawabnya.
“Ya hati-hati di jalan!”
Ia sedikit memutar badan lalu menempelkan bibirnya di pipi kananku. Aku sontak kaget karena selama saya mengenal dirinya tidak pernah sekali pun ia melakukan hal itu.
“Aku pergi dulu, jangan lupa baca sms ku sebentar ya!”
“I… iya, makasih say!”
Lima menit setelah ia pergi, aku pun segera beranjak dari tempat itu menuju ke rumah. Sesampai di rumah, langsung kurebahkan diriku di atas ranjang dengan terlilit sejuta pertanyaan tentang kejadian tadi di Marina Plaza. Tetap terbaring di atas ranjang hingga jarum jam menunjuk angka 12.16. Tiba-tiba terdengar dari dekat bantalku suara ting…ting…ting…. Dengan tidak sabar aku langsung membuka inboks di HP ku. Begitu aku membukanya, nama yang muncul adalah “UMMI” kubaca dengan pelan rangkaian kata dalam pesan itu:
Maaf kalau kehadiran sms ini membuat kamu terganggu! Langsung ke intinya aja ya! Saya sangat berterima kasih atas niat baikmu sekeluarga karena akan mewujudkan janji yang pernah kau ucapkan kepadaku beberapa tahun yang lalu. Aku bangga karna sampai detik ini kamu masih setia terhadapku. Tapi, dengan berat hati dan penuh rasa bersalah saya mohon maaf yang sedalam-dalamnya karena baru kemarin saya menerima lamaran dari seseorang. Kejadian yang tadi itu adalah awal dan akhir dari segalanya, maafkan aku! Akhir-akhir ini saya meragukan kesetiaanmu tapi ternyata kau membuktikannya. Mungkin kamu bukan yang terbaik bagiku, begitupun sebaliknya. Semoga kamu menemukan yang terbaik untuk mendamping hidup di masa tua hingga menghembuskan nafas terakhirmu. Terima kasih atas cinta suci yang kau berikan. Kau laki-laki yang terbaik yang kutemukan selama ini, bahkan kau melebihi tunanganku. Sekali lagi maaf untuk semuanya, dan sampaikan juga permohonan maafku kepada ayah dan bunda. Wassalam”.
***

Makassar, 24 November 2013

Oleh: Muhammad Nur

CORET-CORAT-CORIT

meminta untuk ditegur
meminta untuk dinasehati
meminta untuk diingatkan

tapiii....

ketika ditegur
ketika dinasehati
ketika diingatkan

terlihat tidak menerima
terlihat tidak ada yang salah pada drinya
terlihat masih tidak ikhlas dalam menerima teguran, masukan, dan kritikan

itulah sisi lain manusia
apakah itu semua manusiawi??
selalu mendendangkan perubahan
dengan meminta masukan dan kritikan
disisi lain, ada penolakan yang tersirat//

hghghh..
entahlah..

#mungkin hanya penilaianku...
:)

PPL (2)

handphoneQ berdering dengan nada khasnya,, kulihat yang memanggil nomor baru,, segera kuangkat,, hhhgg.. ternyata dari seorang mahasiswa tempatku PPL,,, hari ini memang ada kegiatan observasi di salah satu SLB yang ada di Surabaya mulai jam 09.00 sesuai konfirmasi mereka.. tapi sungguh aku sangat kaget saat suara lembut di seberang sana mengatakan bahwa mereka sudah di lokasi observasi dan memintaku tuk segera datang..

sekarang kan masih jam 07.00, ko’ mereka sudah di lokasi??,, gimna sih, bukannya akan dimulai jam 09.00?? tanyaku setengah panik... ya sudahlah,, aku segera bergegas, rasanya antara sadar dan tidak.. hahaha (lebay) sesaat kemudan akupun berangkat bersama teman PPLq sebut saja namanya Vero..

dengan kecepatan tinggi, vero melajukan sepeda motornya, bahkan lampu merahpun diterobosnya.. hhhaha... (efek panik).. tepatnya jam 08.07 kami pun sampai di lokasi observasi,, ternyata mahasiswa sebanyak 60 orang itu sudah kumpul di aula sekolah diberikan pengarahan oleh dosen pamongku, dan selanjutnya berkumpul di sebuah gedung pertemuan, penyambutan oleh pihak sekolah.. subhanallah, pihak sekolah menyambut dengan sangat ramah, bahkan memberi keleluasaan kepad mahasiswa untuk mencari tau iformasi sebanyak-banyaknya sesuai dengan apa yang mereka inginkan.

Setelah penyambutan, mereka pun dilepas ke lapangan, aku diberi amanah tuk mendampingi dan mengarahkan mereka selama melakukan observasi, ada rasa geli dan juga lucu melihat berbagai ekspresi mereka yang masih asing berinteraksi langsung dengan anak berkebutuhan khusus,, jadi teringat masa dimana aku pun baru  pertama kali memasuki dunia pendidikan luar biasa.. but,, sekarang seakan menjadi bagian dari hidupku.. J

Kegiatan observasi berjalan dengan baik dan cukup melelahkan.. tapi rasa lelah itu menguap ke alam lepas ketika pk Zaini (dosen pamongQ) memberitahu bahwa kegiatan observasi ini sudah terhitung dua pertemuan... hhghgh berarti beban mengajarku tersisa empat pertemuan lagi... ALHAMDLILLAH.... thanks p’ Zaini.. engkau begitu pengertian... heehhe



AHAD 24112013

hari ahad ke kampus buat unduh tugas mahasiswa...
alhamdulillah koneksi internetnya baguss..
mahasiswa mengerjakan tugasnya dengan baik
saya puas dengan kerja saya
saya pun puas dengan atensi mereka

eehhh... ketemu pk Suandi (petugas kebersihan kampus)
beliau sibuk ngurusin taman
jadinya lebih tertata n nampak indah

ada juga kuli bangunan
yang dengan semangat
di bawah terik matahari
bekerja merenovasi gedung perkuliahan

BUAT SEMUA..
SEMANGAT YA...
:)

PPL (1)

Apa yang harus kulakukan???
Bagaimana saya memulai perkuliahan??
Bagaimana jika mahasiswa yang saya hadapi semuanya kritis-kritis??
Mampukah saya menjawab setiap pertanyaan mereka??

          Dalam diamku, terduduk di teras prodi PGSD, mencoba mengatur nafas yang sedari tadi tidak menentu,  dihantui oleh serentetan pertanyaan-pertanyaan tadi yang kuciptakan sendiri,, kulirik jam yang melingkar dipergelangan tangan kiriku,, oohhh waktu sudah menunjukkan jam 11.05, sudah waktunya saya masuk kelas. Sesaat kemudian, seorang mahasiswa bertubuh ceking dan berkawat gigi menyapaku dengan sangat sopan.. “maaf bu’ silahkan mengisi perkuliahan, teman-teman sudah menunggu”... iiii,,iiyaaa... jawabku dengan sedkit terbata-bata karena nervous.. segera kugopoh tas ranselku,, melangkah dengan cepat.. all is well, mantra yang kudapat dari film 3 idiot, kuucap berulang-berulang untuk menenangkan diri sambil memohon pertolongan Allah, semoga diberi kemudahan..
          Hghggh... kutarik nafas panjang... memasuki kelas seraya melontarkan salam dan senyum termanisku... (hehehe)... dengan semangat mereka menjawab salamku dengan senyum malu mereka... ternyata semangat mereka seakan memberi sugesti positif, rasa nevous tadi telah hilang, yang ada hanya rasa percaya diri.. oohh terimakasih ya Allah... sungguh pertolonganMU begitu nyata..
          Sebelum memulai perkuliahan, kuperkenalkan diri dihadapan 60 mahasiswa yang di dominasi oleh kaum hawa.. mereka terlihat begitu antusias tuk mengenal lebih banyak tentang diriku..
          Perkuliahan pun dimulai,, kujelaskan slide demi slide materi yang kutampilkan memalui power point,, ada perasaan bangga dan senang ketika mereka terlihat sangat serius, mencatat setiap materi yang kujelaskan. Sesaat kuberi mereka kesempatan tuk bertanya hal yang mereka tidak mengerti...ooohhh rupanya mereka masih malu.. akhirnya kucoba memicu mereka dengan molontarkan pertanyaan, masih malu juga.. tidak ada jalan lain selain menunjuk langsung.. kusebutkan beberapa nama, kuminta mereka memberi tanggapan atas pertanyaan yang kulontarkan, alhasil  jawaban mereka cukup memuaskan... J
          Kulanjutkan menjelaskan materi dalam slide yang masih tersisa, hanya butuh sedikit waktu untuk menyelesaikannya,, kembali ku beri kesempatan kepada mahasiswa yang ingin bertanya... ooo... sungguh mengejutkan,, kali ini mereka antusias tuk bertanya, ku ijinkan satu persatu,, hhmmmm pertanyaan yang cukup baik... alhmdulillah semua pertanyaan bisa kuatasi.. 
          Tak terasa, waktu berjalan begitu cepat, jam mengajarku tersisa beberapa menit lagi.. sebagai perkenalan hari ini, mereka kuberi tugas tuk meresum materi perkuliahan.. yaahhhh.....yaahhhh.. suara keluhan itu bersahut-sahutan.. aku hanya tersenyum menanggapinya, teringat aku pernah berada di posisi mereka.. J

Untuk mahAsiswaku...
Terimakasih atas penerimaan dan atensi kalian
Kalian memberiku ruang untuk belajar
Dan menuai pengalaman


SURABAYA, 20112013

MIRNAWATI