INOVASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA 1

Berdasarkan hasil identifikasi dan asesmen kesulitan belajar matematika yang telah dilakukan pada anak kelas VC di SLB Al-Azhar B/C Waru Sidoarjo dengan  menggunakan format instrumen identifikasi dan asesmen untuk anak di sekolah reguler, terlihat bahwa kemampuan anak masih setara dengan anak kelas I sekolah reguler.
            Kemampuan awal yang ditunjukkan oleh anak, anak mampu membilang secara urut angka 1-50 dengan bahasa lisan, akan tetapi jika diperintahkan untuk mengurutkan dalam bahasa tulis, anak sedikit mengalami kesulitan. Jadi dalam hal ini direkomendasikan untuk melakukan inovasi dalam pembelajaran matematika khususnya dalam pengenalan angka dan memotivasi anak agar tertarik dengan pelajaran matematika.
            Adapun langkah yang ditempuh dalam melakukan inovasi pengajaran, yaitu dala hal ini penyusun menggunakan kombinasi berbagai media pembelajaran diantaranya menggunakan papan angka, puzzle angka, kartu angka dan benda nyata. Dalam proses pembelajaran menggunakan model make a match dalam suasana bermain sehingga anak dapat bermain sambil belajar.
            Dalam pengimplementasian inovasi pembelajaran yang telah dirancang, digunakan pendekatan subjek tunggal dengan desain A-B-A. Adapun  hasilya dapat dilihat pada uraian berikut:

BASELINE A
anak masih mengenal angka 1-20 dalam hal mengurutkan secara tulis, menunjukkan, menuliskan, dan membilang benda konkret yang sesuai dengan angka yang ditunjukkan.









INTERVENSI
pada fase intervensi pembelajaran dilakukan dengan menggunakan berbagai media pembelajaran yaitu puzzle angka, papan angka, kartu angka, dan benda konkret, proses pembelajaran dengan penerapan metode bermain dengan model make a match. Anak mengalami kemajuan dalam hal pengenalan angka, pada fase ini, anak sudah mampu mengenal angka 1-28 secara urut dengan menggunakan puzzle angka

 BASELINE A1
Pada fase ini, kembali dilakukan pembelajaran tanpa menggunakana media apapun ntuk melihat ada tidaknya peningkatan kemampuan mengenal angka yang ditunjukkan anak. adapun kemampuan yang ditunjukkan, anak mengalami sedikit kemajuan yang tadinya hanya sebatas pada angka 20, sekarang sudah mencapai angka 27.








PELARIAN TERBAIK


 Ini tentang perpustakaan di kampusku kawan,,,

Beberapa hari belakangan ini, aku banyak menghabiskan waktu di perpustakaan. Niatnya sih untuk menghibur diri.  mungkin sedikit terdengar aneh, karena ku tau bagi kebanyakan orang, perpustakaan tak lebih dari tempat yang membosankan, menjenuhkan. bagaimna tidak,, langkah pertama memasuki gedung perpustakaan, kita sudah menyasikan wajah pegawai perpus yang terkadang jutek tapi sesekali juga nampak ramah, berjalan beberapa langkah lagi, yang kita saksikan hanyalah sederetan buku-buku dan karya ilmihan yag tertata rapi di rak-rak yang berbaris rapi layaknya pasukan paskibraka., naik ke lantai dua kita akan menyaksikan koleksi tesis dan disertasi para alumni dari tahun ke tahun.

Tidak hanya itu, di perpustakaan kita juga akan merasakan suasana aneh, sejauh mata memandang kita akan menyaksikan para pengunjung yang asyik bercengkrama dengan pikiran mereka masing-masing, duduk manis  dengan pandangan mereka dibatasi oleh layar laptop masing-masing, hingga mencipta suasana hening dalam keramaian layaknya kuburan.

Hhmhmhmm....
Saya masih normal kawan, saya bukan seorang kutu buku... J
Tentu bukan itu yang membuatku selalu ingin mengunjungi perpustakaan di kampusku, melainkan sebuah ruangan kecil yang menjelma layaknya ruangan pribadi buat aku dan teman-teman. sebuah ruangan yang tersekat dengan triplek hingga memisahkan ruang baca dan ruang tesis. Sebuah ruangan kecil yang hanya dihuni sederetan rak disertasi yang membuat mata terbelalak saking tebalnya.

Ruangan ini terbilang paling kecil diatara ruangan yang lain, hingga didalamnya hanya terdapat sebuah kursi dan meja. Namun itu bukanlah masalah bagiku, duduk di kursi dengan sebuh meja didepanku malah membuatku terasa kaku, ruang gerakku terbatas, hingga aku lebih memilih lesehan diantara rak-rak disertasi, ya.. posisi ini jauh lebih nyaman buatku, aku bisa mengubah posisi duduk sesukaku tanpa dibatasi ruang. Pandanganku pun tidak hanya perpaku pada sederetan disertasi di depanku dan wajah-wajah mumet pengunjung yang lain, karena diantara rak tempatku duduk terdapat sebuah jendela hingga aku bisa mengalihkan pandangan ke alam bebas, menyaksikan indahnya cakrawala.,, and.....
ALHMDULILLAH AKU TERHIBUR,
AKU MENDAPAT KETENANGAN
TERBEBAS DARI SUASANA YANG JAUH LEBIH TEGANG DI TEMPAT YANG SEHARUSNYA LEBIH MEMBUATKU NYAMAN.


Surabaya, 22 Mei 2014
KS


DIET BERUJUNG "ANOREKSIA"


Hari ini tanpa sengaja saya membuka sebuah artikel kesehatan,, salah satu postingan yang membuatku tertarik adalah gambar seorang wanita yang terlihat sangat kurus layaknya tengkorak hidup, saya jadi penasaran, segera saja kubuka dan kubaca artikel itu,, ternyata eh ternyata wanita ini terkena penyakit yang dinamakan anoreksia,, hhhmm.. penyakit apa lagi ini??? Bisikku dalam hati, bagaimana tidak, penyakit anoreksia ini tidak pernah kudengar sebelumnya, ataukah saya yang ketinggalan info.. hehehe... tapi bener saja lohh,, penyakit ini memang masih tergolong langka dan kebanyakan terjadi pada kaum perempuan..

Penyakit ini berawal dari keinginan mendapatkan bentuk tubuh ideal.. yahhh.. ideal yang identik dengan langsing atau kurus.. terjawab sudah kenapa penyakit ini lebih banyak terjadi pada perempuan,, karena tau sendiri kan perempuan lebih menjaga penampilan bentuk tubuhnya dibandingkan laki-laki..

Saya rasa kalian pernah lihat atau bahkan merasakannya sendiri.. heheh..
Galau dan malu yang berlebihan karena merasa memiliki tubuh yang terlalu gemuk dan berat badan yang berlebih.. segala macam carapun dilakukan, bahkan ada yang sampai diet ekstrim dengan lahraga berlebihan sampai menghindari makanan saking terobsesinya menurunkan berat badan dalam waktu yang singkat,, haddoohh parahhh..

Nahhh.. seorang penderita anoreksia,, walapun berat badan sudah turun drastis dan tubunya sudah terlihat kurus bahkan sangat kurus,, mereka tetap saja berpikir  bahwa tubuh mereka masih terlalu gemuk.. kebayang kan gimana jadinya... karena gangguan kejiwaan merasa insecure dengan berat badan mereka,, alhasil mereka akan terlihat seperti ini..


ngeri banget ya....
so,, saya hanya bisa katakan,, teman temin yang punya berat badan berlebih,, jangan terlalu terobsesi menurunkan berat badan ya.. klo pengen diet,, diet sehat saja ya!! jngan diet terlalu ekstrim,, takutnya DIET BERUJUNG ANOREKSIA...  :(


surabaya, 300414
"KS"

KESEMPATAN HIDUP



Alhamdulillah, hari ini Allah masih memberiku kesempatan menikmati hidup,,
Hari ini, aku masih bisa menikmati hangatnya mentari pagi,
masih menikmati sejuknya angin yang berhembus sepoi,
masih menikmati senandung rintik hujan yang berjatuhan diatas genteng rumah.

Nikmat tiada tara yang sempat tak terpikir lagi olehku, jika kuingat kejadian semalam tadi, disaat aku kembali diserang sakit kepala yang amat dahsyat.. rasa sakit yang menguras seluruh tenagaku hingga tak menyisakan sedikit kekuatan untuk melawan sakit.. sakit yang teramat sangat yang juga merampas semangat hidupku, hingga yang terbayang hanyalah kedatangan malaikat israil yang akan mencabut nyawaku..

yang tersisa hanyalah cucuran air mata yang semakin deras, kubiarkan sakit kepala yang terus berkecamuk ini menyiksaku. Kini aku lemah tak berdaya, tiba-tiba seluruh tubuh terasa dingin, seakan aku berada ditempat yang sangat tinggi melihat ribuan orang berada tepat dibawahku,, aku tidak mengerti apa yang kualami tapi semua terasa begitu nyata,, nafaskupun kini terasa semakin melemah, bahkan aku merasa tak mampu lagi tuk bernafas.... sungguh kematian terasa sangat dekat denganku,, terus kusebut nama-NYA,, kupasrahkan segalanya, mungkin inilah akhir hidupku.

Haloo..haloo..
Ditengah kepasrahanku, terdengar suara samar itu, ya suara diujung telepon yang terasa tidak asing, , yang mungkin sedari tadi sempat tak kuhiraukan..
Halooo... haloo..halooo...
lambat laun suara itu semakin jelas, ya... itu suara seseorang yang biasa kupanggil kk’.... “ya haloo k’”.. dengan lemah,, lidahku yang kaku, perlahan menjawab panggilan itu dengan sedikit tersenyum,, menyadari ternyata ada kk’ yg sedari tadi menemani... kk’ terus memberi semangat,, aku hanya bisa tersenyum mendengarnya,, kularang ia tidur sebelum aku tertidur,, heheh... (aku egois ya k’..).. entah bagaimana aku sampai tertidur,,, yang jelas saat aku terlelap dalam tidur,, aku takut untuk terbangun... takut sakit kepalaQ belum juga  pergi... L

buat kk’,, terimaksih banyak sudah menemaniku melewati sakit ini,, pokoknya terimakasih untuk semuanya,,, jangan pernah bosan untuk terus menemani ya... hehheh..
buat RobbQ... terimaksih atas nikmat kesempatan hidup yang engkau berikan.. semoga aku bisa menjadi hambamu yang lebih sabar lagi... aamiin..


Surabaya, 08042014
Mirnawati “KS”





UJIAN KOMPRE



Tanggal        : 01 April 2014,
Ruang           : K4 01 pascasarjana UNESA,
pukul            : 13.00-14.00
jadwal ujian akhirnya kudapatkan juga, kuperhatikan dengan seksama,, perasaan jadi tak menentu, rasanya percaya gak percaya saya sudah sampai ke titik ini.

Alhmdulillah...
Masih ada waktu sepekan untuk mempersiapkan segala sesuatunya, mulai dari mempersiapkan presentasi, mempersiapkan konsumsi, n tentunya mempersiapkan mental,, hghhgh waktu terus berlalu, tak terasa hari yang menegangkan itu datang juga.. ya hari ini 01 April 2014.

Pukul 12.00 setelah sholat dhuhur, saya langsung menuju kampus sengaja datang lebih awal menuju ruang ujian, memastikan segala sesuatunya sudah dipersiapkan atau belum oleh panitia ujian,, alhmdulillah tidak ada masalah, semua sudah beres..

Setelah yakin tidak ada masalah, segera kumenenangkan diri di tempat yang sudah disiapkan, kulihat dihadapanku ada 5 buah meja berjejer rapi disiapkan untuk lima orang dosen penguji.. terlintas dalam pikiranku, hari ini saya bagai tersangka yang akan disidang dan dipojokkan oleh lima orang penguji, yang akan dicecar oleh berbagai pertanyaan.. ghhgh... semua bayang itu kuhilangkan, kberserah dirinya pada-NYA,, memohon pertolongan-NYA,, karena sejatinya tak ada yang perl kutakutkan jika DIA bersamaku..

Satu demi satu penguji datang membawa draft proposalku menduduki tempatnya masing-masing, kusambut satu persatu, kujabat tangannya dengan melemparkan senyum termanis.. hehhehe... raut wajah yang bersahabat mereka sedikit mengurangi rasa grogi ini...

Beberapa waktu kemdian setelah semua penguji datang, ketua sidang membuka acara ujian kompre hari ini, dan mempersilahkan saya mempresentasikan proposal tesis yang telah saya rancang.. kusambut dnegan senyum dan ucapan terimakasih, sebelum kupaparkan rancangan proposal tesisku..

setelah pemaparanku selesai, ketua sidangpun mempersilahkan satu persatu penguji untuk memberi masukan ataupun sejumlah pertanyaan,, dengan senyum ramah, penguji mengawalinya dengan memberikan ucapan selamat kepada saya, karena telah sampai pada titik ini, dan menjadi mahasiswa pertama dari angkatanku yang mengawali ujian kompre di prodiku,, tentunya kusambut dengan ucapan terimaksih atas pujian itu,, begitupun dnegan penguji yang lain..

sejumlah pertanyaan yang mereka lontarkan pun tidak sesulit yang kupikirkan, semua masih bisa saya kendalikan,, Alhmdulillah, semua itu karena pertolongan ALLAH. Terimakasih ya ALLAH.. J J setelah semuanya selesai memberikan pertanyaan dan beberapa masukan,, saya dipersilahkan keluar sejenak, mereka akan berembuk untuk memutuskan apakah rancangan proposal tesis saya bisa dilanjutkan atau tidak...

saya pun keluar membawa perasaan was-was juga perasaaan lega,, ternyata diluar ruangan teman-teman satu angkatan pada ngumpul memberi dukungan.... TERIMAKASIH TEMAN!!! J

Kuarang lebih 3 menit kemudian, seorang dosen penguji membuka pintu dari dalam mempersilahkan saya masuk kembali ke dalam ruangan. Ketua sidangpun membacakan keputusannya yang kurang lebih bunyinya seperti ini:
“KEPADA SAUDARI MIRNAWATI, KAMI DARI DEWAN PENGUJI AKAN SANGAT MENYESALKAN JIKA RANCANGAN PROPOSAL TESIS SAUDARI TIDAK DILANJUTKAN,, SELAMAT!!! DAN ATAS NAMA PRODI, KAMI UCAPKAN TERIMAKASIH KARENA TELAH MEMBERIKAN AWAL YANG BAIK”
           
Dengan hati yang senang, kusambut dengan senyum dan terimaksih yang sebanyak-banyaknya atas setiap kritikan dan masukan yang diberikan oleh para dewan penguji.. J J,, semoga di ujian selanjutnya bisa memberikan yang lebih baik lagi.. aamiin...

surabaya, 010414

KS

SETETES HIDAYAH

Tidak ada kabar paling membahagiakan selain kabar yang kudengar hari ini,, suara lembut ibu yang selalu menenangkanku, dengan tenang menceritakan kejadian subuh tadi,, subuh penuh berkah,, subuh yang mengawali kisah ini,, kisah tentang ayah...

            Seperti hari-hari biasanya,, ayah selalu bangun lebih awal diantara anggota keluarga yang lain,, namun subuh ayah hanya berlalu begitu saja,, tidak ada percikan wudhu, tidak ada lantunan adzan ,tidak ada gelaran sejadah.. ya begitulah ayah melalui subuh-subuhnya selama berpuluh-puluh tahun...
            namun subuh tadi, Allah menunjukkan kuasanya, doa-doa tulus penuh harap dari istri dan anak terkabulkan sudah, segala nasehat yang tiada henti kini diindahkan, ya,, subuh tadi Allah memberikan setetes hidayah pada ayah, subuh tadi percikan air wudhu mensucikan ayah, balutan busana muslim menjadikan ayah terlihat lebih berwibawa yang menghantarkan langkah ayah menuju rumah ALLah untuk menunaikan sholat berjamaah.
            Ibu menceritakannya dengan penuh haru sambil mengucap syukur,, akupun tak kuasa menahan tangis.. Subhanallah,, Alhmadulillah,, Allahu Akbar... terimakasih ya Allah atas nikmat tiada tara ini,, ya Allah,, jangan Engkau cabut hidayah itu dari ayahku,, bimbinglah rangkullah ia dengan kasihmu, kumpulkanlah kami di jannahMu kelak sebagai keluarga yang utuh..
            Teruntuk ayahku terkasih..
Ketahuilah ayah,, sesungguhnya engkau adalah hamba pilihan Allah..
Allah menunjukkan kasih-Nya melalui hidayah iman yang ditanamkan dalam dirimu
Jagalah selalu hidayah itu,, teruslah belajar ayah,, sesungguhnya allah maha mengetahui, maha pengasih penyayang lebih dari yang engkau pikirkan..
Doakan aku dalam setiap sholatmu,,

Doa dan ridhomu adalah lentera penerang jalan hidupku..

surabaya, 090314
KS

MELEPAS SEJUTA KENANGAN UNTUK MENGGENGGAM SECUI HARAPAN


            tepat jam 24.00 kita berada pada titik pertemuan sekaligus perpisahan. Yaa, bertemu dengan tahun 2014 dan berpisah dengan tahun 2013.
Begitu cepat hari-hari berlalu, begitu cepat siang dan malam berganti, dan betapa cepat malam menggrogoti umur mendekatkan pada ajal. Tidak terasa, hari ini telah sempurna satu tahun kita lalui dan beberapa jam lagi,
            Momen tahun baru merupakan momen yang ditunggu-tunggu sebagian besar orang karena terasa istimewa dibenak mereka, saking istimewanya mereka tidak tanggung-tanggung mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk membuat perayaan yang semerbak dengan letupan petasan dan kembang api dan terompet  hingga menjadikannya sebagai ajang pesta pora, hura-hura yang tiada manfaat.
            Ghhghhg...
2013 benar-benar akan berlalu meninggalkan kita. Kembali kubuka KALEDEISKOPku sepanjang tahun 2013, kucoba memasuki diri sendiri, senyum mengembang menghiasi wajah, mengingat begitu banyak cerita telah kuukir, sedih, senang, bahagia, semua berpadu menjelma menjadi pelangi dalam hidupku. Seketika dada pun terasa sesak butiran embun yang berjatuhan disudut mata tak dapat kuelakkan lagi, saat diri mulai berbicara dan bertanya kepada diri sendiri, bagaimana hubunganku dengan Robbku selama ini, sudahkan aku mendekat padaNYA?? Ketaatan apa saja yang sudah kukerjakan, sudahkan aku berbakti pada kedua orangtuaku??? pahala dan kebaikan apa yang ku raih, sudahkah aku bermanfaat bagi sesama??? Ya Allah, tanpa kusadari, begitu banyak kesalahan, kelalaian, dan kekhilafan yang telah kulakukan,.. apa daya, semua telah berlalu dan tak mungkin kembali lagi, semoga segala kesalahan bisa kujadikan pijakan untuk memperbaiki diri di hari—hari yang akan kujalani kedepannya... ku ikhlas melepas semua kenangan itu, kenangan yang akan menjadi masa lalu dan guru terhebatku..
            Hhmhmhm
2014 akan menyapa, berbekal pengalaman di tahun 2013, seharusnya aku sudah siap untuk menghadapi tahun 2014 dengan lebih baik. Bertekad untuk betul-betul menjadi diri sendiri yang akan terus mengevaluasi diri tanpa ego.. mendedikasikan diri untuk melayani kehidupan dengan ikhlas dan sepenuh hati. Tahun baru 2014 kan kujadikan momen untuk mensyukuri serta menikmati sukacita dengan rendah hati dan sederhana. Yaa.. kusambut 2014 dengan menggenggam harapan, semoga hari-hariku lebih bermanfaat, menggapai cita-cita dengan ridho orangtuaku, serta ibadah yang lebih berkualitas.. karena tujuan akhirku tidak lain dan tidak bukan hanyalah menginginkan kesuksesan dunia akhirat.



Pertama dan Terakhir


Cahaya rembulan menerangi segenap penjuru kota ini. Bintang pun ikut menerangi kota kecil ini, Kota Bentang. Bangunan nan tinggi yang berjejeran menjadikannya elok dipandang. Semua mata tak jemu menatapnya. Jalan raya pun menjadi ramai oleh suara motor dan mobil. Sesekali suara tawa kecil dari orang yang lewat di depan rumahku turut mewarnai keramaian kota ini. Aku masih duduk termenung pada kursi plastik warna biru langit itu. Entah apa yang terpikirkan olehku malam ini. Sesekali kualihkan pandanganku ke jalan raya menyaksikan kendaraan yang berlalu-lalang. Lagi-lagi aku larut dalam lamunan yang terus menari di atas angin.
Piiiiiiiiip…piiiip…. Tiba-tiba aku tersadar dari indahnya lamunanku. Kuarahkan pandanganku ke sumber suara itu. Kutangkap bayangan itu, tak ada yang berubah. Empat tahun lebih rasanya seperti kemarin. Sosoknya memang tak pernah berubah di mataku. Rasa itu pun masih tetap sama. Kukembangkan senyum tipis menyambut sosok yang mendekat ke arahku. Kusapa dan kupersilahkan masuk. Kujabat tangannya. Tapi tangannya bak es, dingin. Sejenak kumelihat wajahnya yang anggun itu, mataku tak sanggup menatapanya lebih lama. Sehelai senyum yang ia lontarkan kepadaku. Namun, kali ini berbeda dari empat tahun silam. Menguak sejuta tanya dalam batinku. Ada apa gerangan? Kenapa senyum itu berbeda? Sejenak suasana menjadi hening.
“Hem… eh… bagaimana kabarmu?” Tanyaku seraya memecahkan keheningan itu.
“E… eh.. baik.” Jawabnya kaget.
Aku kembali menghidupkan suasana. “Sekarang kamu kerja di mana?”
“Di BKD jawabnya. Kamu ada acara malam ini?” Tanyanya.
“Tidak ada” jawabku.
“Bisa kamu temani aku ke Plaza?”
“bisa”. Jawabku.
Jarum jam menunjuk angka 07. 30. Kami pun meninggalkan rumah menuju Plaza Marina.
Kami menuju meja paling belakang, tepatnya meja nomor 16. Seorang anak mendekati kami lalu bertanya, “Pesan apa?” jus alpukat dua dan roti panggang. Jawabnya dengan suara sedikit bergetar. Setangkai harapan kembali hadir dalam batinku. Aku senang. Senang sekali karena dia masih ingat minuman kesukaanku.
Pertemuan pertama setelah berpisah selama empat tahun adalah suasana yang paling indah bagi insan yang sedang memadu kasih. Namun, itu jauh dari harapan. Entah kenapa dan bagaimana. Kupecahkan keheningan itu dengan sebuah tanya.
“Sand! kamu masih ingat nggak malam waktu aku nembak kamu di sini? Nomor mejanya, suasana di sekeliling kita sama seperti dulu. Betul-betul ya empat tahun enam bulan telah berlalu tapi malam ini rasanya seperti kemarin. Malam itu bulan bersama semua bintang di langit menjadi saksi bisu atas hubungan kita.”
Tak sepatah kata pun terucap dari bibirnya yang tipis itu. Seolah ia tak mendengar perkataanku tadi. Dia hanya diam dan menundukkan kepala.
“Sand… Sand… Sandra! Kamu kenapa say?” Tanyaku. Aku mendekatinya sambil bertanya lagi, “kamu sakit?” Dia hanya menggelengkan kepala dan masih menundukkan tatapannya. Kucoba menghelai rambut panjangnya yang terurai dan dia mengangkat tatapannya, di sana kutemukan butiran-butiran kristal yang berguguran. Ya betul butiran air lembut membasahi pipinya.
“Say, kamu kenapa, kok nangis?”
“Ti… tidak.” Jawabnya dengan suara pelan dan berat.
“Kamu sakit?” Tanyaku lanjut.
“Tidak kok, aku baik-baik saja.” Sejuta tanya kembali melilit di pikiranku.
Tabe’… ini jusnya,” kata pelayan itu.
“Iya makasih ya dek!” Jawab Sandra.
Kami lanjut ngobrol dari A-Z tentang teman-teman di kampus, malam pertama jadian, dan lain sebagainya membuat kami tertawa. Itulah masa lalu, masa masih duduk di bangku kuliah. Asyiknya mengingat masa lalu, disela tawa kecil kami. Ia bertanya,
 “Kamu pasti punya pacar kan selama di Bandung? Atau jangan-jangan sudah sudah punya istri?”
“Kamu itu sama saja seperti dulu, sering nanya yang seperti itu. Tidak ada,” jawabku.
“Kamu jujur saja, saya tidak akan marah kok say!” pintanya.
“Tidak ada, serius. Sejak aku kenal kamu sampai malam ini, hanya ada satu nama di hatiku yaitu SANDRA. Sand…! Di tempat inilah kita diikat oleh sebuah janji kesetiaan selamanya dan di tempat ini pula aku akan akan mengatakan sesuatu ke kamu, malam ini. Kamu tidak keberatan kan?”
Dia hanya tersenyum sambil menundukkan pandangannya sejenak lalu bangkit dan bertanya.
“Apa itu?” Sambil tersenyum. Senyumnya yang manis dan tatapannya membuatku tak berdaya untuk untuk mengatakannya. Tapi, ini harus dia ketahui. Hati ini tak sabar rasanya untuk mengatakannya tapi mulutku seolah terkunci dengan keanggunan rupanya yang berhiaskan senyuman. Batinku mulai berperang antara “katakanan sekarang” dan” jangan”. Aku kembali diam tak berdaya sambil menyaksikan perdebatan dalam batinku.
“Kamu mau bilang apa?” Tanyanya. O, aku terkejut dan sedikit grogi tapi tetap berusaha untuk menguasai diri. Begini, hari Kamis nanti orang tuaku mau datang ke rumahmu. Dia langsung memotong pembicaraanku dengan bertanya,
“Untuk apa?” Nampaknya dia agak kaget.
“Ya untuk apalagi kalau bukan untuk kelanjutan hubungan kita. Untuk melamar kamu, makanya aku ajak ketemu kamu malam ini juga,” paparku lanjut. Wajah nan anggung yang memesona itu tiba-tiba berubah menjadi merah, bibir nan seksi itupun gemetaran bak orang yang kedinginan. Perlahan, butiran kristal pun berguguran.
Aku bertanya, “Kok kamu nangis?” Awalnya aku pikir ia hanya terharu setelah melewati penantian yang panjang, akhirnya akan berbuah manis juga. Tapi, setelah butiran air lembut semakin membanjiri pipinya aku mulai heran.
“Kamu kenapa say?” Tak ada sepatah katapun terucap dari bibir tipis yang seksi itu. Aku pun terdiam sejenak lalu berkata lagi “apa yang terjadi denganmu?” Semua pertanyaan itu tak satu pun dijawab.
Aku mendekatinya lalu berbisik, “aku serius aku mencintai kamu,” sambil mengusap rambutnya dan sesekali menghapus air matanya dengan tissu.
Mendengar itu, sepertinya tangisan itu tak sanggup lagi di bendung olehnya.
“Terima kasih untuk semuanya say… aku mau pulang saja sekarang, ntar di rumah aku sms kamu ya!”
“Kok begini sih? Iya tapi aku antar kamu pulang ya?” Jawabku.
“Tidak usah, aku bisa pulang sendiri.”
“Tidak apa-apa aku antar saja.”
“Janganmi, tidak apa-apaja,” jawabnya.
“Ya hati-hati di jalan!”
Ia sedikit memutar badan lalu menempelkan bibirnya di pipi kananku. Aku sontak kaget karena selama saya mengenal dirinya tidak pernah sekali pun ia melakukan hal itu.
“Aku pergi dulu, jangan lupa baca sms ku sebentar ya!”
“I… iya, makasih say!”
Lima menit setelah ia pergi, aku pun segera beranjak dari tempat itu menuju ke rumah. Sesampai di rumah, langsung kurebahkan diriku di atas ranjang dengan terlilit sejuta pertanyaan tentang kejadian tadi di Marina Plaza. Tetap terbaring di atas ranjang hingga jarum jam menunjuk angka 12.16. Tiba-tiba terdengar dari dekat bantalku suara ting…ting…ting…. Dengan tidak sabar aku langsung membuka inboks di HP ku. Begitu aku membukanya, nama yang muncul adalah “UMMI” kubaca dengan pelan rangkaian kata dalam pesan itu:
Maaf kalau kehadiran sms ini membuat kamu terganggu! Langsung ke intinya aja ya! Saya sangat berterima kasih atas niat baikmu sekeluarga karena akan mewujudkan janji yang pernah kau ucapkan kepadaku beberapa tahun yang lalu. Aku bangga karna sampai detik ini kamu masih setia terhadapku. Tapi, dengan berat hati dan penuh rasa bersalah saya mohon maaf yang sedalam-dalamnya karena baru kemarin saya menerima lamaran dari seseorang. Kejadian yang tadi itu adalah awal dan akhir dari segalanya, maafkan aku! Akhir-akhir ini saya meragukan kesetiaanmu tapi ternyata kau membuktikannya. Mungkin kamu bukan yang terbaik bagiku, begitupun sebaliknya. Semoga kamu menemukan yang terbaik untuk mendamping hidup di masa tua hingga menghembuskan nafas terakhirmu. Terima kasih atas cinta suci yang kau berikan. Kau laki-laki yang terbaik yang kutemukan selama ini, bahkan kau melebihi tunanganku. Sekali lagi maaf untuk semuanya, dan sampaikan juga permohonan maafku kepada ayah dan bunda. Wassalam”.
***

Makassar, 24 November 2013

Oleh: Muhammad Nur

CORET-CORAT-CORIT

meminta untuk ditegur
meminta untuk dinasehati
meminta untuk diingatkan

tapiii....

ketika ditegur
ketika dinasehati
ketika diingatkan

terlihat tidak menerima
terlihat tidak ada yang salah pada drinya
terlihat masih tidak ikhlas dalam menerima teguran, masukan, dan kritikan

itulah sisi lain manusia
apakah itu semua manusiawi??
selalu mendendangkan perubahan
dengan meminta masukan dan kritikan
disisi lain, ada penolakan yang tersirat//

hghghh..
entahlah..

#mungkin hanya penilaianku...
:)

PPL (2)

handphoneQ berdering dengan nada khasnya,, kulihat yang memanggil nomor baru,, segera kuangkat,, hhhgg.. ternyata dari seorang mahasiswa tempatku PPL,,, hari ini memang ada kegiatan observasi di salah satu SLB yang ada di Surabaya mulai jam 09.00 sesuai konfirmasi mereka.. tapi sungguh aku sangat kaget saat suara lembut di seberang sana mengatakan bahwa mereka sudah di lokasi observasi dan memintaku tuk segera datang..

sekarang kan masih jam 07.00, ko’ mereka sudah di lokasi??,, gimna sih, bukannya akan dimulai jam 09.00?? tanyaku setengah panik... ya sudahlah,, aku segera bergegas, rasanya antara sadar dan tidak.. hahaha (lebay) sesaat kemudan akupun berangkat bersama teman PPLq sebut saja namanya Vero..

dengan kecepatan tinggi, vero melajukan sepeda motornya, bahkan lampu merahpun diterobosnya.. hhhaha... (efek panik).. tepatnya jam 08.07 kami pun sampai di lokasi observasi,, ternyata mahasiswa sebanyak 60 orang itu sudah kumpul di aula sekolah diberikan pengarahan oleh dosen pamongku, dan selanjutnya berkumpul di sebuah gedung pertemuan, penyambutan oleh pihak sekolah.. subhanallah, pihak sekolah menyambut dengan sangat ramah, bahkan memberi keleluasaan kepad mahasiswa untuk mencari tau iformasi sebanyak-banyaknya sesuai dengan apa yang mereka inginkan.

Setelah penyambutan, mereka pun dilepas ke lapangan, aku diberi amanah tuk mendampingi dan mengarahkan mereka selama melakukan observasi, ada rasa geli dan juga lucu melihat berbagai ekspresi mereka yang masih asing berinteraksi langsung dengan anak berkebutuhan khusus,, jadi teringat masa dimana aku pun baru  pertama kali memasuki dunia pendidikan luar biasa.. but,, sekarang seakan menjadi bagian dari hidupku.. J

Kegiatan observasi berjalan dengan baik dan cukup melelahkan.. tapi rasa lelah itu menguap ke alam lepas ketika pk Zaini (dosen pamongQ) memberitahu bahwa kegiatan observasi ini sudah terhitung dua pertemuan... hhghgh berarti beban mengajarku tersisa empat pertemuan lagi... ALHAMDLILLAH.... thanks p’ Zaini.. engkau begitu pengertian... heehhe



AHAD 24112013

hari ahad ke kampus buat unduh tugas mahasiswa...
alhamdulillah koneksi internetnya baguss..
mahasiswa mengerjakan tugasnya dengan baik
saya puas dengan kerja saya
saya pun puas dengan atensi mereka

eehhh... ketemu pk Suandi (petugas kebersihan kampus)
beliau sibuk ngurusin taman
jadinya lebih tertata n nampak indah

ada juga kuli bangunan
yang dengan semangat
di bawah terik matahari
bekerja merenovasi gedung perkuliahan

BUAT SEMUA..
SEMANGAT YA...
:)

PPL (1)

Apa yang harus kulakukan???
Bagaimana saya memulai perkuliahan??
Bagaimana jika mahasiswa yang saya hadapi semuanya kritis-kritis??
Mampukah saya menjawab setiap pertanyaan mereka??

          Dalam diamku, terduduk di teras prodi PGSD, mencoba mengatur nafas yang sedari tadi tidak menentu,  dihantui oleh serentetan pertanyaan-pertanyaan tadi yang kuciptakan sendiri,, kulirik jam yang melingkar dipergelangan tangan kiriku,, oohhh waktu sudah menunjukkan jam 11.05, sudah waktunya saya masuk kelas. Sesaat kemudian, seorang mahasiswa bertubuh ceking dan berkawat gigi menyapaku dengan sangat sopan.. “maaf bu’ silahkan mengisi perkuliahan, teman-teman sudah menunggu”... iiii,,iiyaaa... jawabku dengan sedkit terbata-bata karena nervous.. segera kugopoh tas ranselku,, melangkah dengan cepat.. all is well, mantra yang kudapat dari film 3 idiot, kuucap berulang-berulang untuk menenangkan diri sambil memohon pertolongan Allah, semoga diberi kemudahan..
          Hghggh... kutarik nafas panjang... memasuki kelas seraya melontarkan salam dan senyum termanisku... (hehehe)... dengan semangat mereka menjawab salamku dengan senyum malu mereka... ternyata semangat mereka seakan memberi sugesti positif, rasa nevous tadi telah hilang, yang ada hanya rasa percaya diri.. oohh terimakasih ya Allah... sungguh pertolonganMU begitu nyata..
          Sebelum memulai perkuliahan, kuperkenalkan diri dihadapan 60 mahasiswa yang di dominasi oleh kaum hawa.. mereka terlihat begitu antusias tuk mengenal lebih banyak tentang diriku..
          Perkuliahan pun dimulai,, kujelaskan slide demi slide materi yang kutampilkan memalui power point,, ada perasaan bangga dan senang ketika mereka terlihat sangat serius, mencatat setiap materi yang kujelaskan. Sesaat kuberi mereka kesempatan tuk bertanya hal yang mereka tidak mengerti...ooohhh rupanya mereka masih malu.. akhirnya kucoba memicu mereka dengan molontarkan pertanyaan, masih malu juga.. tidak ada jalan lain selain menunjuk langsung.. kusebutkan beberapa nama, kuminta mereka memberi tanggapan atas pertanyaan yang kulontarkan, alhasil  jawaban mereka cukup memuaskan... J
          Kulanjutkan menjelaskan materi dalam slide yang masih tersisa, hanya butuh sedikit waktu untuk menyelesaikannya,, kembali ku beri kesempatan kepada mahasiswa yang ingin bertanya... ooo... sungguh mengejutkan,, kali ini mereka antusias tuk bertanya, ku ijinkan satu persatu,, hhmmmm pertanyaan yang cukup baik... alhmdulillah semua pertanyaan bisa kuatasi.. 
          Tak terasa, waktu berjalan begitu cepat, jam mengajarku tersisa beberapa menit lagi.. sebagai perkenalan hari ini, mereka kuberi tugas tuk meresum materi perkuliahan.. yaahhhh.....yaahhhh.. suara keluhan itu bersahut-sahutan.. aku hanya tersenyum menanggapinya, teringat aku pernah berada di posisi mereka.. J

Untuk mahAsiswaku...
Terimakasih atas penerimaan dan atensi kalian
Kalian memberiku ruang untuk belajar
Dan menuai pengalaman


SURABAYA, 20112013

MIRNAWATI

PERJUANGAN (1)


Hari ini, tepatnya pukul 13.35 bersama dua orang temanku dian dan vero, kami memutuskan tuk memulai perjuangan meraih mimpi,, sebagai mahasiswa pascasarjana semester III, penyusunan tesis sebagai tugas akhir tak bisa di dihindari,, nama pebimbing pun telah didapatkan,, kebetulan kami bertiga kebagian b’Sasmi menjadi pembimbing pertama.

Setau kami, berdasarkan pengalaman belajar di bangku kuliah, n pengakuan beliau sendiri,, b’Sasmi orangnya supel, asyik, bersahabat, n gampang ditemui klo klo mahasiswa mau konsul. Tentunya ada kebanggan tersendiri menjadi mahasiswa bimbingan b’Sasmi.

Judul dan permasalahan yang akan diangkat dalam penyusunan tesis sudah menari-nari dalam rongga otak kami,, dian yang rencananya mengangkat masalah seks,, sudah mengumpulkan referensi sebanyak-banyaknya,, begitu pun aku n vero yang tak mau kalah.

Berhubung masalah n judul tersebut belum di setujui oleh b’Sasmi, semangat kami tuk mengumpulkan referensi dipaksakan surut,, hehhe... akhirnya kami memutuskan untuk menemui b’Sasmi mengkonsultasikan masalah yang akan kami angkat dalam tesis.. Dian yang semangatnya tinggi memberanikan diri menelpon b’Sasmi.. halooo.. (terdengar suara b’Sasmi di seberang sana), iyaa bu’ “maaf mengganggu..saya dian mahasiswa bimbingan ibu, hari ini ibu’ ada waktu??, saya dan teman-teman rencananya mau konsul sama ibu”..(sahut dian dengan nada suara yang sedikit gemetar) maaf mb’ hari ini saya di PGTK sampai malam, SMS saja mb’ suaranya gak jelas (jawab b’Sasmi dengan suara tergesa-gesa).. tuuutt..tuuutt.. pembicaraan pun terputus tanpa salam.

Tanpa pikir panjang lagi, dian segera mengirim SMS meminta kejelasan akan keberadaan b’Sasmi n tentunya juga kejelasan apakah beliau gak keberatan klo ditemui hari ini,, detik berganti menit hingga berganti jam, namun tak juga ada balasan,, aku n vero pun bergantian menelpon, namun reaksi yang sama kami dapatkan,, baru aja selesai memperkenalkan diri,, eeehhh dengan terburu-buru dia malah minta via SMS aja,, dengan alasan beliau sibuklah,, suaranya putus-putuslah,. Hghhgh enahlah,, semoga aja bukan alasan tuk menghindari kami... (dzu’udzon jadinya)...

Seketika suasana jadi hening,,, yang tadinya semangat membara merencanakan konsutasi, kini semuanya malah diam membisu dengan kekecewaan di wajah tak bisa disembunyikan....

Huuuuffff... kami semua dengan kompak menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya seakan ada yang memandu,, ehhhehhe.. melepaskan kekecewaan seiring hembusan nafas..

Klo gitu,, kita gak usah nunggu konfirmasi dari b’Sasmi,,ayooo kita susul aja ke PGTK,, kata Vero membuka pembicaraan.. ya sudah klo gituu,, jawabku dengan penuh keraguan,, rasa kecewa seakan telah membunuh semangatku tuk menemui b’Sasmi, dosen yang berpostur besar dgn suara yang gak kalah besarnya pula,,, ghghhghh tapi ya sudahlah,, gak ada salahnya mencoba.. bisikku pada diri sendiri..

Ooouuhgghhhg.. ternyata diluar mendung,, awan tak lagi putih bersinar, yang ada hanya kelam,, langit tak lagi memancarkan rona biru bercahaya,, yang ada hanya kelabu sendu.. semua itu tidaklah menjadi masalah bagi kami, segera kami bergegas, mengambil helm tak lupa mempersiapkan mantel, dan yang terpenting adalah draf gambaran rancangan tesis kami kedepannya..

Perjalanan yang cukup jauh, gerimis tipis pun berjatuhan disertai hembusan angin lembut menyertai perjalanan kami,, singkat cerita, kami pun sampai d PGTK,, mataku berkeliaran menelusuri parkiran, hhmmhm..mobil yang biasa di kendarai b’Sasmi ko’ gak kelihatan??? TanyaQ pada vero n dian.. iyyaa ya,, ko’ gak ada??,, jawab mereka kompak dengan kening di kerutkan..  akhirnya kami bertanya pada beberapa mahasiswa... “b’Sasmi sudah pulang mb’”.. kata mahasiswi berjilbab hijau yang bersandar di dinding kelas dengan suara lembutnnya.. “oo gitu ya dek” makasih ya,,, jawab kami dengan senyum kecut yang dipaksakan dan segera berlalu meninggalkan tempat itu..

Ghhghg.... seketika perasaan bercampur aduk.. kecewa, geram, capek, menyesal, bersatu padu,, huuuufff,,, apa salahnya sih memberi konfirmasi?? Klo emang gak bisa seharusnya ngomong dong,, katanya di PGTK sampai malam, tapi ko’ malah gak ada,, maksudnya apa nih??? Setumpuk pertanyaan itu berulang-ulang keluar dari mulut kami dengan nada kesal, dan sedikit marah... hghghhg katanya bisa ditemui dimna aja,, mana buktinya?? Lagi-lagi dengan nada kesal menyesali pengakuan b’Sasmi di depan kelas yang tidak  terbukti..

Hari semakin gelap, angin bertiup kencang, suara gemuruh mlai bersahut sahutan, hujan pun tak dapat dhindari lagi.. rupanya keadaan dan Rasa kesal hari itu,, tidak membuat dua temanku ini surut langkah.. mereka malah berniat mandatangi rumah b’Sasmi... aku ikut ajja... walau sebenarnya rasa letih sudah gak tertahan lagi.. dengan perasaan yang masih menyimpan secuil harapan, kami menelusuri jalan, menembus derasnya hujan, melawan dinginnya terpaan angin. Bebrapa saat kemudian, kami pun sampai di depan rumah b’Sasmi,, ternyata b’Sasmi belum datang, kami memutuskan untuk menunggu walau tidak  buat janji sebelumnya... setelah kurang lebih 2 jam menunggu, seorang tetangga b’Sasmi mendekat dan menyapa dengan hangat,, kebetulan wanita berkult putih itu adalah orang keprcayaan b’Sasmi.. “biasanya b’Sasmi datangnya paling lambat jam 10 malam mb’” kata wanita itu memberi informasi kepada kami yang terus menahan dingin. Berpikir sejenak, akhirnya kami memutuskan untk pulang saja.. namun tiba-tiba mobil susuki hitam membunyikan klasonnya, meminta dibukain pagar.. oohh.. ternyata itu adalah b’Sasmi.. kami mengurungkan ntuk pulang, berhaap b’Sasmi bisa menerima kami... tapi tidak sesuai harapan,, b’Sasmi sangat kelelahan, beliau tidak ingin di ganggu..

Kami pun pulang dengan membawa kekecewaan yang bertubi-tubi,, hgghghg hanya bisa menarik nafas panjang tuk menenangkan diri...


Bersambung....

BERAWAL DARI GEMURUH...

Suara gemuruh di malam itu, memecah konsentrasiku dalam sebuah ruang yang dipadati rak buku.. Suara gemuruh itu mengagetkanku, secara refleks kuangkat pandanganku ke langit-langit ruang perpustakan, mencari-cari kebenaran, apakah yang kudengar tadi adalah suara gemuruh??? 

Kulepas kaca mata minusku yang selalu menghiasi kedua mataku, kutinggalkan sejenak aktivitas membaca buku yang sangat menjenuhkan, kulirik orang-orang di sebelah kiri dan kananku, bermaksud ingin bertanya meluruskan rasa penasaranku akan sumber suara yang baru saja ku dengar.. namun.. ternyata mereka semua masih sibuk dengan aktivitasnya masing-masing.. bapak-bapak paru baya yang tepat duduk disamping kananku, dengan kacamata yang diletakkan di ujung hidungnya, kepala yang digerakkan ke kiri ke kanan mengikuti tulisan yang sedang dibacanya, dengan kening agak dinaikkan namun sekali-kali dia pun mengangguk-anggukan kepala, mungkin telah menemukan titik terang dari ketidak mengertiannya..

Lain lagi dengan pemuda yang duduk di samping kiriku, dengan headseat di telinga, sambil membaca buku tebal yang ada di hadapannya ia pun mengangguk-anggukan kepala, nah kalau yang ini saya tidak mengerti, dia mengangguk karena mengerti dengan apa yang ia baca atau anggukannya itu mengikuti musik yang sedang ia dengar,, hhgghghg.. mungkin ini nih yang dikatakan gaya belajar soliter verbal. Pandanganku pun tak lepas dari seorang ibu dengan wajah teduh duduk di kursi paling pojok sebelah kiri didepanku, dengan beberapa buku dan tesis di depannya, ia terlihat lincah membuka lembar demi lembar halaman buku yang dia pegang, terlihat bola matanya dengan seksama memperhatikan kata demi kata. Sesaat ia tersenyum mengangguk mantap mungkin ia menemukan sesuatu yang pas dari apa yang ia baca, segera ia menarikan jemarinya di keyboard laptopnya, sesekali ia memandangi layar persegi yang ada didepannya itu, sekedar memeriksa ejaan setiap kata yang ia ketik...

Hhhhhgggg... ku menghela nafas panjang sambil tersenyum, kuambil kembali kacamataku dan memakainya, belum sempat kubuka kembali buku yang kupegang, kembali aku dikagetkan dengan sebuah suara, suara yang terasa sangat dekat, suara yang kali ini ku yakin bukan suara gemuruh.. rasa penasaran kembali menyapaku, ku pasang pendengaranku baik-baik,, benar saja suara itu adalah suara dengkuran bapak-bapak dengan kumis tebalnya yang melintang, duduk tidak jauh dari ibu tadi.. kembali kuperhatikan bapak itu, buku dengan cover berwarna biru tetap dalam genggaman jari-jari hitamnya, namun buku itu tidak lagi terbuka melainkan telah tertutup tanpa bapak itu sadari, punggung yang direbahkan di sandaran kursi dengan kepala menengadah ke langit-langit, mata tertutup, mulutnya sedikit terbuka,,, sekilas wajah bapak itu terlihat sangat letih, mungkin karena seharian di sibukkan dengan segudang aktifitas (fikirku dalam hati).. ku tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepala terkesan dengan beberapa penemuanku malam ini.. hehhe

Kembali kulanjutkan aktivitas membacaku yang tadi terhenti, dengan membaca memindai maka tidak butuh waktu yang lama menyelesaikan bacaan dalam satu halaman, halaman demi halaman pun telah kubaca, ditengah—tengah keasyikanku,, tiba-tiba...
Rrrrgggggggrgrg...rrgggrggr... gemuruh itu kembali memperdengarkan suaranya, tapi kali ini suaranya jauh lebih besar... maka seketika suasana yang tadinya hening menjadi riuh.. semua pengunjung buyar dari keseriusannya, bahkan bapak-bapak yang tadinya tertidur pulas pun jadi terbangun, entah terbangun karena suara riuh dalan ruangan atau karena suara gemuruh yang menggelegar?? Entahlah...

Tapi ternyata, pemuda yang asyik membaca sambil mendengarkan musik di samping kananku ini, terlihat terheran-heran dengan tingkah orang-orang disekitarnya, yang tadinya semua pada duduk manis membaca kini menjadi banyak gerak, ada yang berdiri, ada yang mengembalikan buku, ada yang bersiap untuk pulang.. segera ia melepaskan headseat yang sedari tadi melekat ditelinganya, menoleh padaku sambil tersenyum heran bertanya “ada apa mbak???”.... hghghg.. ya ampuuunnn... ternyata belum sadar juga (kataku dalam hati), sambil tersenyum ku jawab pertanyaannya, mengobati rasa penasarannya.. “tadi terdengar suara gemuruh mas, sepertinya sebentar lagi akan hujan”.. oh ya??? Responnya kaget,, segera ia membereskan semua buku yang ada didepannya dan bersiap pulang..

Kupandangi jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kiriku, waktu menunjukkan pukul 20.05,, sementara perpustakaan tutup pukul 21.00, rasanya masih ingin ku berada di ruang ini, ruang yang memberiku ketenangan, ruang yang membuatku sedikit mampu melupakan getirnya hidup.. namun ku khawatir kalau-kalau bener sebentar lagi akan turun hujan deras,, segera ku kembalikan buku yang sudah kubaca di raknya masing-masing.. kuambil tas ransel hitamku di loker penitipan barang, kulangkahkan kaki keluar dari ruang perpustakaan ini.

Handphoneku berdering, ternyata SMS dari teman menawarkan tuk menjemputku pulang, sepertinya dia khawatir jika aku harus pulang dengan berjalan kaki.. tapi kutolak dengan halus tawaran itu, lagian di luar hujan tidak begitu deras, hanya gerimis tipis yang berjatuhan.. kutelusuri jalan dengan langkah santai, menikmati hembusan angin sepoi-sepoi, diterangi lampu jalan, kuterobas malam, menembus gerimis yang menjadikan tanah pijakanku  basah hingga mengeluarkan aroma tanah yang cukup menyegarkan. Pada angin, pada malam, pada hujan, kudendangkan keluh kesah dan harapanku,, kelak mereka kan menjadi saksi perjalananku hingga meraih kesuksesan... pepohonon di sepanjang trotoar hanya diam termangu, seakan ikut larut dalam ceritaku...


********
surabaya, 01112013
mirnawati